Yorrys Raweyai Soroti Demo Rusuh di Sorong: Ada yang Keliru dalam Penanganan Aparat

Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai.
Sumber :
  • Instagram @yorrys.raweyai

VIVA Jakarta - Insiden demo rusuh terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya jadi sorotan berbagai pihak. Salah satunya dari anggota DPD asal Papua yang tergabung dalam MPR for Papua.

Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai menyayangkan kerusuhan yang terjadi dalam aksi unjuk rasa oleh Solidaritas Rakyat Papua Pro-Demokrasi Se-Sorong Raya pada Rabu kemarin. Demo ricuh itu terjadi karena sebagai bentuk penolakan terhadap pemindahan empat tahanan politik (tapol) dari Sorong ke Makassar.

Yorrys menyesalkan adanya korban jiwa yang jatuh dari kalangan sipil maupun aparat keamanan dalam insiden berdarah itu. Ia bilang, penyampaian aspirasi sebagai hak konstitusional yang seharusnya tak menempatkan masyarakat dan aparat dalam posisi saling berhadapan.

“Unjuk rasa dijamin oleh konstitusi. Setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat di ruang publik. Tugas aparat adalah memberikan rasa aman agar aspirasi bisa tersampaikan dengan baik,” kata Yorrys dalam keterangannya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Yorrys pun mengkritisi pola penanganan aparat dalam merespons aksi massa. Menurut dia, pengamanan seharusnya dilakukan secara terukur, terencana, dan mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis.

Ketua MPR for Papua, Yorrys Raweyai,

Photo :
  • Instagram @yorrys.raweyai

Dia mengingatkan penanganan massa pendemo jangan dilakukan dengan cara represif. Cara itu dengan memposisikan massa sebagai musuh.