Masuki Era AI dan Transformasi Digital, Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru

Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026
Sumber :
  • Ist

VIVA Jakarta – Tantangan global yang semakin kompleks telah mendorong fungsi legal dan compliance mengambil peran yang jauh lebih strategis di dalam perusahaan. Hal itu diungkapkan Chief Executive Officer (CEO) Hukumonline Arkka Dhiratara dalam rangkaian Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang berlangsung di Le Méridien Jakarta. 

img_title Dari Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Bikin Kejutan Berkat BLU Lewat Usaha Kopi Lamoria

Menurut dia, kepatuhan tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan telah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis dan daya saing perusahaan.

IRCA 2026 sebagai forum apresiasi sekaligus ruang strategis untuk memperkuat budaya kepatuhan dan tata kelola perusahaan di Indonesia kembali digelar. Pada tahun ketiga penyelenggaraannya, IRCA 2026 dihadiri para pimpinan perusahaan, praktisi hukum dan kepatuhan, regulator, akademisi, serta pemangku kepentingan dari berbagai sektor industri.

img_title Jalankan Amanat Konstitusi, Pengamat Nilai Langkah Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sudah Tepat

"Saat ini, legal dan compliance tidak lagi berada di belakang layar. Perannya bukan hanya memastikan perusahaan patuh terhadap regulasi, tetapi juga membantu perusahaan bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih percaya diri di tengah perubahan," ujar Arkka dikutip dalam keterangan pers, Sabtu, 23 Mei 2026.

Dijelaskannya, ketidakpastian geopolitik global, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi dunia, percepatan transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), hingga meningkatnya tuntutan terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) transparansi, perlindungan data, dan tata kelola perusahaan telah menghadirkan tantangan regulasi yang semakin kompleks bagi dunia usaha. 

img_title Gema Goeyardi Tantang Penyebar Isu Haji Isam Picu Downgrade MSCI: Mana Buktinya?

Di tengah dinamika tersebut, Arkka melihat kesadaran perusahaan terhadap pentingnya budaya kepatuhan terus meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah partisipasi IRCA 2026 yang mencapai lebih dari 130 perusahaan dari berbagai sektor industri.

"Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa budaya kepatuhan di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian penting dari strategi perusahaan," katanya.

Selain menghadirkan ajang penghargaan, IRCA 2026 juga diperluas menjadi forum strategis yang lebih komprehensif melalui penyelenggaraan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions. 

Kedua forum tersebut menjadi rangkaian yang menyajikan diskusi seputar perkembangan regulasi, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, ESG, perlindungan data, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.

Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026 Natalia Soebagjo menilai, terdapat perkembangan positif dalam praktik kepatuhan perusahaan di Indonesia. Menurut dia, semakin banyak perusahaan mulai memandang kepatuhan sebagai bagian integral dari keberlanjutan bisnis, lebih dari pemenuhan kewajiban formal.

Halaman Selanjutnya
img_title