Tiga Sertifikasi ISO Jadi Penanda Penguatan Tata Kelola Operasional Wavin
- Dok. Wavin
VIVA Jakarta – Perusahaan penyedia solusi perpipaan Wavin memperoleh tiga sertifikasi internasional yang mencakup aspek manajemen mutu, pengelolaan lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja.
Ketiga sertifikasi tersebut meliputi ISO 9001 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, dan ISO 45001 untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Perolehan sertifikasi tersebut menunjukkan penerapan sistem manajemen terintegrasi di lingkungan operasional perusahaan, mulai dari proses pengendalian kualitas, pengelolaan dampak lingkungan, hingga aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Senior Director Indonesia & Southeast Asia+ Wavin, Susanto, mengatakan bahwa sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menerapkan budaya kerja yang berorientasi pada kualitas, efisiensi, dan keberlanjutan.
“Standar internasional ini menjadi fondasi bagi Wavin untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan sekaligus memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara bertanggung jawab terhadap pelanggan, lingkungan, dan karyawan,” ujar Susanto dalam keterangannya, Rabu (17/6)
Menurut perusahaan, implementasi ISO 9001 ditujukan untuk menjaga konsistensi mutu produk dan layanan. Sementara ISO 14001 berfokus pada pengelolaan lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien, sedangkan ISO 45001 diterapkan untuk memperkuat sistem keselamatan dan kesehatan kerja melalui pengelolaan risiko yang terstruktur.
Head of Marketing Indonesia & Southeast Asia+ Wavin, Frank Simorangkir, menilai penerapan sistem manajemen yang mengacu pada standar internasional dapat mendukung konsistensi proses produksi dan pengendalian mutu.
“Dengan sistem manajemen yang terintegrasi, Wavin dapat menghadirkan solusi sistem perpipaan yang semakin andal, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung berbagai kebutuhan proyek di Indonesia,” kata Frank.
Perusahaan menyebut perolehan ketiga sertifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola operasional yang mengacu pada standar internasional, sekaligus mendukung penerapan praktik bisnis yang memperhatikan aspek kualitas, lingkungan, dan keselamatan kerja.