Ekonomi Kreatif Jakarta Melesat, JKF 2026 Kantongi Transaksi Rp55 Miliar

ILUSTRASI - Suasana Tahun Baru di Monas Jakarta, 2018
Sumber :
  • ANTARA Foto/ Wahyu Putro

VIVA Jakarta - Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 menorehkan capaian signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM di ibu kota. Selama dua hari penyelenggaraan di Istora Senayan pada 4-5 Juli 2026, festival ini membukukan total transaksi sebesar Rp55 miliar.

img_title Rp7,08 Triliun Berputar di Bisnis Ini, HNI Ternyata Sumbang Rp963 Miliar

Selain itu, JKF mengantongi komitmen pembiayaan perbankan senilai ratusan miliar rupiah.

Nilai transaksi tersebut berasal dari berbagai aktivitas bisnis yang berlangsung selama festival, mulai dari penjualan produk, business matching, hingga kerja sama pembiayaan dan ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

img_title KDKMP Bukan Pesaing Warung, Pemerintah Siapkan 30 Ribu Koperasi Jadi Motor Ekonomi Desa

Tak hanya mencatat transaksi langsung, melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), JKF 2026 juga berhasil membangun komitmen pembiayaan perbankan kepada sektor korporasi dengan nilai mencapai Rp575 miliar. Capaian ini memperlihatkan semakin kuatnya peran lembaga keuangan dalam mendukung pertumbuhan dunia usaha di Jakarta.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan JKF 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

img_title SCBD Disulap Jadi Pasar Kreatif, The Local Market Hadirkan Ruang Baru bagi UMKM dan Karya Lokal

"JKF 2026 menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas kreatif, akademisi, lembaga keuangan, media, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguatkan," Iwan di Jakarta dikutip pada Senin, 6 Juli 2026.

Selama penyelenggaraannya, JKF menghadirkan beragam agenda, mulai dari pameran produk UMKM, business matching, festival ekonomi kreatif, edukasi, layanan publik, hingga berbagai kompetisi yang melibatkan banyak pihak.

Sebanyak 377 tenant ambil bagian dalam festival tersebut. Rinciannya, 290 tenant merupakan pelaku UMKM, sedangkan 87 tenant berasal dari sektor layanan, edukasi, dan komunitas yang berkolaborasi bersama 67 lembaga dan instansi.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya jumlah kunjungan. Selama dua hari pelaksanaan, sekitar 15 ribu pengunjung memadati kawasan Istora Senayan untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan.

Selain menghasilkan transaksi ekonomi, JKF 2026 turut membuka peluang kolaborasi baru. Salah satunya melalui komitmen kerja sama antara perbankan dengan sineas muda Jakarta Youth Film Festival, yang menjadi sinyal semakin besarnya dukungan terhadap industri film dan musik sebagai sektor strategis penggerak ekonomi baru di Jakarta.

Halaman Selanjutnya
img_title