Rp7,08 Triliun Berputar di Bisnis Ini, HNI Ternyata Sumbang Rp963 Miliar

Milad HNI Beyond 14: Building The Future Together, di HNI Plaza, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta - Industri penjualan langsung dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap perputaran ekonomi nasional. Hal itu tercermin dari total transaksi sektor penjualan langsung yang mencapai Rp7,08 triliun.

img_title Platform Pembiayaan XCMG-GMT, ABC Multifinance Hadir di Mining Indonesia 2026

Dari nilai itu, PT Halal Network International (HNI) mencatat kontribusi transaksi sebesar Rp963 miliar. Besarnya angka itu jadi salah satu gambaran mengenai kuatnya ekosistem bisnis penjualan langsung berbasis jaringan, khususnya untuk produk halal di Indonesia.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan kontribusi HNI menunjukkan industri penjualan langsung tidak bisa dipandang sebelah mata dalam perekonomian nasional.

img_title Berawal dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Rumah Produksi Etomidate di Jaksel

Iqbal mengatakan dari Rp7,08 triliun, 963 miliar itu merupakan kontribusi dari HNI. 

"Jadi, sebegitu signifikannya penjualan langsung, dan konteksnya terhadap kontribusi dalam ekonomi Indonesia," kata Iqbal Shoffan Shofwan, di sela-sela acara Milad 'HNI Beyond 14: Building The Future Together' di HNI Plaza, Kalimalang, Bekasi, Sabtu, 15 Agustus 2026.

img_title Sabar Tobing Ingatkan Wajib Pajak Jaga Konsistensi Data Keuangan

Milad HNI Beyond 14: Building The Future Together, di HNI Plaza, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat.

Photo :
  • Istimewa

Menurut Iqbal, besarnya transaksi HNI juga mencerminkan kemampuan jaringan pemasaran dalam menjangkau konsumen sekaligus menyerap pasar produk halal dalam negeri.

Ia menjelaskan, model penjualan langsung tidak hanya bertumpu pada aktivitas jual beli produk. Di dalamnya terdapat pembinaan tenaga pemasar serta pembangunan jaringan distributor yang memungkinkan terbentuknya ekosistem usaha secara berkelanjutan.

"Model bisnis ini tidak hanya mengandalkan transaksi ritel semata, melainkan juga investasi pada pembinaan tenaga pemasar, dan pembentukan jaringan distributor yang berjenjang," katanya.

Karena itu, pemerintah menyatakan akan terus menjaga perkembangan industri penjualan langsung melalui pengawasan dan kepastian hukum. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan industri tetap sehat sekaligus mencegah praktik perdagangan yang bertentangan dengan regulasi.

"Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga dan melindungi ekosistem usaha penjualan langsung, agar tetap tumbuh sehat. Serta terlindungi dari praktik perdagangan yang melanggar ketentuan regulasi," lanjutnya.

Kementerian Perdagangan berharap penguatan ekosistem tersebut dapat membuat sektor penjualan langsung semakin berperan dalam menopang konsumsi domestik. Selain itu, industri ini dinilai memiliki potensi dalam membuka peluang usaha bagi tenaga pemasar independen di berbagai daerah.

Halaman Selanjutnya
img_title