95% Rampung, Tanggul Ancol Barat Sepanjang 2,1 Km Jadi Harapan Atasi Rob

Gubernur Jakarta Pramono Anung cek tanggul NCICD, Jakut
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jakut

VIVA Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengecek progres pembangunan tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) segmen Ancol paket 2 wilayah Ancol Barat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat. Proyek tanggul itu memiliki panjang 2,1 kilometer.

img_title Kualitas Udara Jakarta Masuk Enam Terburuk Dunia, Ini Strategi Pemprov DKI

“Saya meninjau secara langsung pembangunan tanggul NCICD kawasan Ancol Barat yang total panjangnya pada fase A mencapai 2,1 kilometer,” kata Pramono di Ancol, Jakarta Utara, Jumat 19 Desember 2025.

Dalam momen itu, Pramono didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum, Wali Kota Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, serta jajaran terkait.

img_title Komjak Minta Penyelidikan Proyek Rumah Eks Pejuang Timtim Dilakukan hingga Tuntas

Pramono menjelaskan, dalam progres pembangunan tanggul sepanjang 2,1 kilometer itu sudah mencapai 95 persen. Ia menyampaikan pembangunan ini dimulai pada era kepemimpinannya.

Kata dia, proyek itu merupakan bagian dari total rencana tanggul sepanjang 28,2 kilometer. Adapun 11,82 kilometer sudah terbangun. Lalu, 16,4 kilometer sisanya akan dilanjutkan secara multi-years hingga 2029 agar rampung sepenuhnya.

img_title Call Center Transportasi Diluncurkan Gubernur Pramono, Ini Jenis-jenis Pelayanannya

Menurut dia, jika tanggul NCICD selesai, persoalan utama banjir rob di wilayah itu akan tertangani.

"Khususnya pada segmen yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ada segmen yang menjadi tanggung jawab Pelindo dan Kementerian PUPR," jelas politikus PDIP itu.

Tapi, ia bilang untuk yang jadi tanggungjawab Pemprov DKI mesti diselesaikan secepatnya.

 "Yang jadi kewajiban Pemprov DKI saya minta diselesaikan karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” ujar Pramono.

Selain itu, Pramono juga menyinggung pentingnya beautifikasi kawasan. Ia menginginkan area tanggul tidak hanya didominasi beton, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi. 

“Nanti bisa dimanfaatkan, misalnya, untuk tur anak sekolah melihat laut karena tempatnya memang sangat bagus,” ujarnya.