Pemprov DKI Siapkan Pecinan Glodok Terintegrasi Kota Tua, Targetkan Ledakan Wisata

Wagub DKI Rano Karno di Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat,
Sumber :
  • Dok. Pemprov DKI

VIVA Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI berencana mengembangkan dan melakukan penataan kawasan Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat bakal diintegrasikan dengan revitalisasi kawasan Kota Tua. Revitalisasi Kota Tua saat ini dalam proses disiapkan.

img_title Kado HUT ke-81 RI: Naik Transportasi DKI pada 17 Agustus Cuma Bayar Rp1

Demikian disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat berkunjung ke wilayah Pecinan Glodok, Selasa, kemarin. Hadir pula Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah dan Forkopimko saat menemani Rano ke Pecinan Glodok.

"Saya bukan pertama ini ke sini. Artinya saya sudah tahu tentang wilayah ini. Tentu akan lebih bagus kalau memang Kota Tua sudah selesai," kata Rano, dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar, dikutip pada Rabu, 21 Januari 2026.

img_title Transjakarta Buka Rute Khusus CFD Senayan-Ancol, Tarif Cuma Rp1 Saat Peluncuran

Dijelaskan Rano, sejumlah isu di kawasan Pecinan Glodok masih jadi persoalan yang belum tuntas. Salah satunya persoalan parkir kendaraan bagi warga yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Padahal, menurut dia, kawasan Pecinan Glodok merupakan wilayah yang potensial menjadi destinasi wisata

img_title QRIS Jadi Senjata Baru Dongkrak Belanja Turis Asing di Tengah Geliat Wisata Olahraga

Dia yakin jika sudah tertata dengan baik, Pecinan Glodok bakal bisa lebih baik. Ia memprediksi Pecinan Glodok punya potensi mendatangkan turis lebih banyak daripada destinasi wisata seperti Malaka di Malaysia. 

Namun, Rano bilang proses penataan Pecinan Glodok mesti dilakukan secara bertahap dan terukur. Untuk tahap awal, ia menekankan Pemprov DKI bakal fokus melakukan revitalisasi di kawasan Kota Tua terlebih dulu.

Wagub Rano Karno di Pecinan Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat,

Photo :
  • Dok. Pemprov DKI

Ia menjelaskan demikian karena dari data yang diketahuinya, bahwa setiap hari jumlah kunjungan orang yang hilir mudik di kawasan Kota Tua mulai dari pengguna Transjakarta, MRT dan KRL bisa mencapai 2,5 juta orang. Bagi Rano, dengan jumlah itu sangat potensial bagi peningkatan ekonomi.

Maka itu, Rano menuturkan bisa saja kawasan Glodok diproyeksika sebagai destinasi tempat penginapan bagi pengunjung wisata ke kawasan Kota Tua. Hal itu sejalan karena kondisi saat ini sudah menjamur hostel dan guest house di Pecinan Glodok.

"Saat Kota Tua selesai, populasi masyarakat yang ada di sekitar ini satu hari 2,5 juta orang. Bayangkan satu hari 2,5 juta orang, pasti nanti tempat ini akan jauh lebih, lebih semarak lagi," tutur Rano.