Jusuf Kalla: Jika Semua Warga Bergerak, Jakarta akan Jauh dari Banjir

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketum PMI Jusuf Kalla.
Sumber :
  • Dok. Pemprov DKI

VIVA Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla alias JK turut berpartisipasi dalam kegiatan Kerja Bakti Massal 'Jaga Jakarta Bersih' pada Minggu (8/2). PMI merupakan salah satu inisiator kegiatan 'Jaga Jakarta Bersih'.

img_title Saluran Air Nyaris Tertutup 90 Persen, 500 Personel Dikerahkan Cegah Banjir Jaksel

JK dalam kesempatan itu, menyampaikan pentingnya tanggung jawab bersama seluruh warga Jakarta. Kata dia, tanggung jawab itu dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air. 

Menurut JK, dampak banjir paling dirasakan oleh rakyat kecil. Dengan demikian, upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran masing-masing warga. 

img_title Embung Dekat Warga, Cadangan Air Tetap Terjaga Saat Musim Kemarau

JK juga mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk turut berkontribusi karena kerugian imbas banjir berdampak pada seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha.

Pun, ia menyebut jalan keluar dari banjir berada di sungai hingga gorong-gorong.

img_title Bangkit dari Puing Bencana, Usaha Mikro Mayasari Tuai Pujian Ketua Satgas PRR

“Banjir terjadi karena air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Jalan keluarnya ada di sungai, gorong-gorong, dan selokan, dan itu harus dibersihkan," kata JK dalam keterangan resmi Pemprov DKI, Minggu, (8/2/2026).

Dia mengatakan dengan kondisi itu, setiap warga harus bertanggung jawab membersihkan selokan di depan rumahnya sendiri. 

"Satu jam seminggu sudah cukup. Jika semua warga bergerak, Jakarta akan jauh dari banjir,” tutur JK.

Dari keterangan resmi Pemprov DKI, kegiatan 'Jaga Jakarta Bersih' dilakukan di berbagai lokasi. Misalnya Jakarta Pusat di Cempaka Putih RT 07; Jakarta Timur di Pintu Air Cipinang Melayu; Jakarta Selatan di Inspeksi Kali Ciliwung.

Kemudian, Jakarta Barat di Jalan Pulau Nangka; serta Jakarta Utara di Danau Bisma, Tanjung Priok.

Kegiatan 'Jaga Jakarta Bersih' diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), tenaga ahli (TA) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, elemen masyarakat dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan juga berpartipasi. 

Menurut keterangan Pemprov DKI, jumlah ASN yang terlibat ada 67.772 orang; PJLP sebanyak 81.221 orang; petugas Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 2.920 orang; petugas PPSU dan Sumber Daya Air (SDA) 19.221 orang.

Adapun, partisipasi PMI dengan memberikan bantuan peralatan kebersihan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung sampah. 

Dalam implementasinya, setiap kota administrasi masing-masing menerima 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak sorong, dan 600 karung sampah.