Imlek 2026 di Bundaran HI Perlihatkan Citra dan Wajah Inklusif Jakarta

Jakarta Symphony Colossal Imlek 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI)
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jakpus

VIVA Jakarta - Event Jakarta Symphony Colossal Imlek 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dinilai jadi komitmen Jakarta sebagai kota yang inklusif, dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. Perayaan imlek juga perlihatkan wajah keberagaman Jakarta.

img_title Jadi Sanksi Sosial, Pramono Akan Umumkan Pihak Swasta Penyebab Kebakaran Sampah di Jaktim

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pram pun sudah meninjau Jakarta Symphony Colossal Imlek 2026 di Bundaran HI, pada Jumat (13/2) malam.

Saat peninjauan itu, Pram ditemani Wali Kota Jakarta Pusat Arifin dan Wakil Gubernur Rano Karno.

img_title Jakarta Menuju Kota Global, Akar Budaya Betawi Jangan Sampai Hilang

Pramono menuturkan festival itu juga menjadi simbol komitmen Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Kata dia, dengan event itu juga memperlihatkan Jakarta terbuka bagi seluruh latar belakang agama serta budaya.

"Karena Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, kota bagi siapapun, bagi semua agama yang diakui pemerintah, termasuk merayakan Imlek di Jakarta," kata Pram, dalam keterangan resmi Pemkot Jakpus, dikutip pada Minggu, 15 Februari 2026.

img_title Pramono Bela Satpam yang Tegur Pengendara Mobil Mewah Terobos Pelican Crossing di HI: Saya Minta Tidak Dipecat

Pram menyampaikan masyarakat Tionghoa mempunyai kontribusi yang luar biasa di dalam adat Betawi. Dengan demikian, akulturasi yang terjadi di Jakarta sebagai salah satu contoh bahwa Jakarta memang kota yang penuh warna.

"Penuh warna, colorfull dan itu terlihat dari tradisi, budaya, dan sebagainya," tutur Pram. 

Menurut dia, keberagaman itu sebagai kekuatan Jakarta menjadi kota global yang dihuni berbagai latar belakang budaya dan agama.

Lebih lanjut, Pram menyampaiikan festival ini bisa berlangsung atas kerja sama semua pihak dengan dibantu BUMD, pemerintah pusat, dan beberapa BUMN.

"Dan, juga swasta ikut andil di dalam partisipasi menyambut Imlek," jelasnya. 

 Pram juga mengapresiasi Simfoni Imlek Jakarta juga menampilkan kolaborasi lintas komunitas. Ia mengaku terkesan dengan banyaknya penampil dari komunitas Jawa, Betawi, dan Sunda yang membawakan lagu-lagu Mandarin.

Dia menaruh harapan agar bisa melewati tahun Kuda Api ini dengan keberuntungan, kenyamanan, keamanan, kebahagiaan.

"Dan, yang paling penting adalah keberanian untuk berbuat lebih baik bagi warganya," jelas Pram.