Puncak Arus Balik, Dishub DKI: Waspada Kriminalitas, Gunakan Bus Resmi di Terminal
- ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
VIVA Jakarta – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan keras bagi para pemudik yang tengah menempuh perjalanan kembali ke ibu kota. Memasuki puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi jatuh pada tanggal 24 dan 29 Maret 2026, warga diimbau untuk tidak sembarangan memilih moda transportasi, terutama bagi mereka yang tiba di Jakarta pada waktu-waktu rawan seperti tengah malam hingga subuh.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa penggunaan layanan angkutan umum resmi di terminal adalah harga mati demi menjamin keamanan penumpang. Hal ini disampaikannya saat meninjau langsung kesiapan personel di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.
"Pertama, kami imbau kepada warga yang melakukan arus balik hari ini dan berpotensi tiba di terminal-terminal di Jakarta pada malam hari hingga besok subuh, agar tetap menggunakan layanan angkutan umum resmi yang ada," tegas Syafrin Liputo, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Syafrin mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran jasa transportasi tidak resmi atau "plat hitam" yang kerap muncul di area terminal. Menurutnya, memilih layanan yang tidak jelas legalitasnya sangat berisiko tinggi terhadap tindak kriminalitas.
"Jangan menggunakan layanan yang tidak resmi karena berpotensi terjadi kriminalisasi di sana. Kami mengutamakan keselamatan dan keamanan para pemudik yang kembali ke Jakarta," jelasnya secara lugas.
Selain faktor keamanan dari pihak luar, Syafrin juga mengingatkan para pemudik yang membawa keluarga untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri. Saling menjaga antaranggota rombongan menjadi kunci penting saat menghadapi situasi terminal yang padat dan hiruk-pikuk pada dini hari.
Guna memfasilitasi lonjakan penumpang ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan armada angkutan malam hari (Amari) yang beroperasi nonstop.
"Untuk angkutan malam hari di Jakarta sudah disiapkan. Jadi keseluruhannya untuk 14 koridor Transjakarta ini operasional 24 jam dan juga ditambahkan jumlah bus yang operasional," ungkap Syafrin.
Tak hanya bus besar, layanan penghubung seperti Mikrotrans juga ikut dioptimalkan untuk melayani penumpang di titik-titik jemputan terminal. "Tidak hanya 14 koridor, tetapi juga ada Mikrotrans. Beberapa Mikrotrans seperti di Kampung Rambutan ini juga operasional 24 jam," tambahnya.