Gunungan Sampah Sempat Menumpuk di TPS Papanggo Jakut, 60 Ton Diangkut Setiap Hari
- Dok. Pemkot Jakut
VIVA Jakarta - Penanganan sampah di wilayah padat penduduk di Jakarta Utara menjadi sorotan. Namun kali ini, respons cepat dilakukan pemerintah setempat.
Pemerintah setempat bersama unsur TNI-Polri berupaya mengatasi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Waduk Cincin, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok.
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah kondisi memburuk, sekaligus memastikan aktivitas warga tetap nyaman tanpa gangguan lingkungan.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Amir, mengatakan penumpukan sampah memang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi itu berhasil dikendalikan dengan percepatan pengangkutan.
“Penumpukan memang sempat terjadi, namun tidak sampai menggunung. Kami langsung melakukan percepatan pengangkutan agar tidak berlangsung lama,” kata Amir dalam keterangan resmi Pemkot Jakut, dikutip pada Rabu, 8 April 2026.
Meski sempat menimbulkan bau hingga radius sekitar 20 meter, terutama saat cuaca panas, kondisi kini telah berangsur normal.
“Sekarang sudah tidak ada bau yang mengganggu. Kami pastikan pengangkutan berjalan lebih cepat agar tidak terjadi penumpukan berkepanjangan,” jelas Amir.
Sebagai bagian dari strategi percepatan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara mengerahkan sekitar delapan armada truk setiap hari. Armada tersebut terdiri dari truk tipper besar, tronton, serta kendaraan pendukung lainnya.
Upaya ini mampu mengangkut rata-rata 60 ton sampah per hari dari lokasi TPS Waduk Cincin.
Optimalisasi pengangkutan ini juga dilakukan sebagai respons atas penyesuaian kuota pembuangan ke TPST Bantar Gebang, sehingga distribusi sampah harus diatur lebih efisien.
Solusi Jangka Panjang Disiapkan
Tak hanya langkah darurat, pemerintah juga menyiapkan solusi jangka panjang. Pembangunan fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan tersebut kini hampir selesai dengan progres mencapai 98 persen.
“Ke depan, TPS3R ini akan membantu mengurangi beban sampah sehingga penanganan bisa lebih cepat dan efisien,” jelas Amir.
Kehadiran TPS3R diharapkan menjadi titik balik dalam pengelolaan sampah berbasis pengolahan langsung di sumbernya, bukan sekadar pengangkutan.
Selain percepatan pengangkutan, langkah pembenahan juga dilakukan dengan menutup TPS liar di sekitar lokasi. Salah satunya TPS Kencana yang kini telah dialihfungsikan menjadi pool gerobak sampah.