200 Ribu Massa Membludak Ramaikan May Day di Jakarta, Ambulans dan Polisi Siaga
- Istimewa/AI
VIVA Jakarta - Peringatan May Day 2026 di Jakarta bakal berlangsung masif. Dengan ratusan ribu buruh turun ke jalan, berbagai pihak mulai dari layanan kesehatan hingga kepolisian bersiaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas di ibu kota.
Di tengah potensi kepadatan dan risiko di lapangan, Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta mengambil langkah cepat dengan menyiapkan dukungan medis di sejumlah titik strategis.
PMI menempatkan ambulans di enam lokasi penting yang menjadi pusat pergerakan massa, seperti kawasan Patung Kuda, Harmoni, Balai Kota, Gambir, Slipi, hingga depan Gedung DPR/MPR.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan respon cepat jika terjadi kondisi darurat selama aksi berlangsung.
"Tim medis yang kami siapkan sebanyak 20 orang," kata Kepala Markas PMI Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Muchtar, di Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.
Sementara itu, aparat keamanan memperkirakan jumlah peserta aksi akan sangat besar. Data dari Polda Metro Jaya menyebutkan lebih dari 200 ribu orang akan memadati kawasan Monas.
Tak hanya itu, gelombang massa juga diperkirakan datang menggunakan ribuan kendaraan.
“Data terakhir yang kami terima 200.000 orang lebih yang akan ke Monas dan ada beberapa kelompok yang mungkin akan melaksanakan kegiatan di beberapa titik Jakarta,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, Kamis, 30 April 2026.
Diperkirakan sekitar 4.000 unit bus akan memasuki Jakarta, membawa peserta aksi dari berbagai daerah.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, aparat kepolisian mengerahkan kekuatan besar. Sebanyak 1.793 personel disiapkan untuk mengawal jalannya aksi yang dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Pengamanan ini difokuskan pada pengaturan lalu lintas, pengendalian massa, serta memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Besarnya skala aksi tahun ini membuat koordinasi lintas sektor menjadi krusial.