Operasi Besar Penertiban Kabel Semrawut Dimulai, Jakbar Benahi Wajah Kota
- Dok. Pemkot Jakbar
VIVA Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai bergerak cepat merapikan wajah kota dengan menertibkan jaringan kabel utilitas yang selama ini semrawut. Aksi penataan ini difokuskan di Jalan Peta Barat, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres.
Langkah penertiban kabel semrawut itu sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman. Kebijakan itu juga bukan sekadar penataan visual. Tapi, juga bagian dari penegakan aturan yang selama ini kerap diabaikan.
Pemkot Jakbar ingin jaringan utilitas tertata sesuai regulasi agar tidak mengganggu keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyampaikan penertiban ini memiliki tujuan jangka panjang untuk memperbaiki kualitas ruang kota.
“Penataan ini bertujuan agar lingkungan menjadi lebih rapi, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan serta estetika kota," kata Iin dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar dikutip pada Rabu, 6 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 22 operator utilitas dilibatkan. Penertiban dilakukan secara terpadu oleh Suku Dinas Bina Marga bersama Satpol PP, PPSU, serta Dinas Perhubungan guna memastikan proses berjalan aman, terutama karena lokasi berada di jalur lalu lintas aktif.
Jakarta Barat lakukan operasi penertiban kabel semrawut di Pegadungan Kalideres.
- Dok. Pemkot Jakbar
Pemerintah juga menekankan pentingnya kepatuhan dari para operator terhadap aturan yang berlaku.
"Kami minta kepatuhan seluruh operator terhadap aturan yang telah ditetapkan," katanya.
Penataan ini dilakukan secara bertahap dan terukur. Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Taufik Hendayana, menjelaskan penertiban saat ini mencakup sepanjang 4 kilometer di kawasan tersebut.
“Sejak 2023 hingga saat ini, penataan utilitas di Jakarta Barat telah mencapai sekitar 18 kilometer dan akan terus ditingkatkan hingga 2027,” tutur Taufik.
Pun, ia menambahkan agar ke depan program ini akan diperluas ke wilayah lain, termasuk Jalan Joglo Raya sepanjang sekitar 1 kilometer. Prioritas utama tetap diberikan pada jalan-jalan utama sebelum menyasar kawasan lingkungan permukiman di delapan kecamatan.
Menariknya, program ini dijalankan tanpa menggunakan anggaran APBD. Pemerintah hanya memberikan rekomendasi teknis, sementara pelaksanaan dilakukan melalui sinergi dengan para operator yang tergabung dalam Apjatel.
Dengan strategi ini, Pemkot Jakbar berharap penataan jaringan utilitas bisa berjalan lebih cepat dan efisien. Selain itu, bisa mengubah wajah kota menjadi lebih rapi dan modern.