Banjir Kembangan Disorot, Pemkot Akui Kali Angke Meluap: Proyek 1 Km Dikebut

Penanganan banjir di Puri Kembangan yang dipicu meluapnya Kali Angke.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jakbar

VIVA Jakarta - Banjir yang merendam permukiman warga di Kembangan Selatan, Jakarta Barat, kembali membuka persoalan klasik ibu kota. Persoalan itu terkait sistem drainase yang belum mampu menahan luapan sungai.

img_title Ancaman Banjir Mengintai, 360 Personel Dikerahkan Bersihkan Kali Grogol Jakbar

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyampaikan genangan yang terjadi di RT 001 RW 01 hingga kolong tol JORR W1 Puri Kembangan dipicu meluapnya Kali Angke. Iin mengatakan melihat langsung warga yang terdampak banjir.

"Dan, kita pastikan semua warga yang terdampak mendapat layanan yang dibutuhkan. Kedua, terkait persoalan banjir atau genangan yang bertahan lama di permukiman RT 01 RW 01 Kembangan Selatan, memang kita melihat dari sisi luapan Kali Angke," kata Iin, dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar dikutip pada Rabu, 6 Mei 2026.

img_title Rawan Kebakaran, Duri Utara Jakbar Disiapkan Punya Pos Damkar dan Hidran Mandiri

Genangan di kawasan Puri Kembangan kerap bertahan lama sehingga mengganggu aktivitas warga dan menimbulkan kerugian.

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Jakbar kini percepat pembangunan saluran air baru sepanjang 1.050 meter yang akan terhubung langsung ke Kali Angke.

img_title Saluran Air Nyaris Tertutup 90 Persen, 500 Personel Dikerahkan Cegah Banjir Jaksel

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah menemui korban banjir di Puri Kembangan.

Photo :
  • Dok. Pemkot Jakbar

Proyek ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unit kerja perangkat daerah (UKPD), pengelola jalan tol, hingga PLN. Menurut dia, proyek itu diharapkan bisa menyelesaikan persoalan genangan yang terjadi di sini.

"Salah satu upaya kami adalah pembuatan saluran. Saluran ini harus dibangun secara simultan atau paralel ke Kali Angke, sepanjang 1050 meter," lanjut Iin.

Dia bilang proyek itu menggunakan anggaran dari swasta melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA).

"Dengan skema cretive financing, dari suporting CSR perusahaan serta anggaran Sudis SDA. Pengerjaan saluran ditargetkan selama 4 bulan," ujarnya.

Langkah ini menjadi upaya percepatan agar persoalan banjir tidak berlarut-larut.

Plt Kepala Sudis SDA Jakarta Barat, Mustajab, menambahkan saluran akan dibangun di sisi jalan outer ring road hingga Kali Angke.

Di ujung saluran, akan dibangun kolam olakan dan sistem pompa untuk mempercepat aliran air. "Setelah itu ada pompa. Nanti kita pompa lewat pompanisasi," tuturnya.

Meski proyek saluran dikebut, pemerintah mengakui bahwa solusi tidak bisa parsial. Penanganan banjir tetap bergantung pada normalisasi Kali Angke yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Halaman Selanjutnya
img_title