Car Free Day Rasuna Said Libur Sementara, Ternyata Ini Masalah Utamanya

Ilustrasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan meniadakan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said pada Minggu (17/5). Koridor baru CFD direncanakan kembali beroperasi mulai Juni 2026 setelah berbagai evaluasi lapangan ditindaklanjuti.

img_title Jakarta Dipadati Acara HUT RI, 1.225 Personel Satpol PP Disiagakan di Titik Strategis

Keputusan penghentian sementara itu diambil setelah Pemprov DKI melakukan peninjauan menyeluruh terhadap pelaksanaan perdana CFD di kawasan Rasuna Said. Meski dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat, masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang perlu dibenahi agar kegiatan berjalan lebih aman dan tertib.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan dari hasil evaluasi menunjukkan keberadaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said memberi manfaat nyata. Hal itu terutama dalam menghadirkan alternatif ruang publik dan olahraga bagi warga Jakarta.

img_title Monas Bakal Membludak Saat HUT RI, Dishub DKI Siapkan 21 Kantong Parkir

“HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja,” kata Syafrin kepada awak media di Jakarta, dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026.

Pelayanan Imigrasi Jakarta Selatan saat acara Car Free Day (CFD).

Photo :
  • Istimewa

img_title Kualitas Udara Jakarta Masuk Enam Terburuk Dunia, Ini Strategi Pemprov DKI

Selain berdampak pada kualitas lingkungan, keberadaan CFD di Rasuna Said juga dinilai mampu mengurai kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin. Selama ini, Kawasan itu jadi pusat aktivitas warga setiap akhir pekan.

Data Dishub DKI mencatat jumlah pengunjung HBKB tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin turun cukup signifikan. Pada 3 Mei 2026 tercatat sebanyak 29.256 pengunjung, sedangkan pada 10 Mei 2026 jumlahnya menurun menjadi 13.759 orang atau turun sekitar 52,97 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman-Thamrin sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” jelas Syafrin.

Meski demikian, evaluasi di lapangan menemukan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian Pemprov DKI. Salah satunya adalah belum tersedianya titik putar kendaraan di sisi timur dan barat koridor HBKB.

Selain itu, pembatas jalur Transjakarta juga belum terpasang secara optimal sehingga aktivitas masyarakat kerap meluber hingga ke lajur busway. Parkir liar pun masih ditemukan di beberapa titik sepanjang koridor.

Halaman Selanjutnya
img_title