Jakarta Perang Lawan Kejahatan Jalanan, 24 Ribu CCTV Terhubung Siap Awasi Ibu Kota

Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mulai mengintegrasikan sekitar 24.000 kamera pengawas atau CCTV ke dalam satu sistem.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya mulai mengintegrasikan sekitar 24.000 kamera pengawas atau CCTV ke dalam satu sistem terpadu. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan keamanan, ketertiban umum, hingga pemantauan arus lalu lintas di Ibu Kota.

img_title Samsat Keliling Jadetabek Jumat 14 Agustus 2026 Hadir di 14 Titik, Cek Lokasi dan Jam Layanannya

Program integrasi tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pengawasan digital Jakarta yang melibatkan berbagai instansi pemerintah, transportasi publik, hingga gedung-gedung swasta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, pada tahap awal terdapat sekitar 24.000 CCTV yang akan terhubung dalam sistem pengawasan bersama antara Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya.

img_title SIM Keliling Jakarta Jumat 14 Agustus 2026 Hadir di 5 Lokasi, Cek Syarat dan Biayanya

“CCTV yang akan dikelola bersama kurang lebih di tahap awal ini sebelum pengembangan, kurang lebih nanti 24.000,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dikutip pada Selasa, 19 Mei 2026.

Pramono menjelaskan, kamera pengawas tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), organisasi perangkat daerah (OPD), fasilitas lalu lintas milik Polda Metro Jaya, hingga gedung-gedung bertingkat lebih dari empat lantai di Jakarta.

img_title Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Samsat Keliling Buka di 14 Lokasi Jadetabek Hari Ini

Tak hanya itu, CCTV yang sudah terpasang di sejumlah titik strategis seperti MRT, LRT, Transjakarta, hingga kawasan gedung tinggi juga akan dihubungkan ke dalam sistem yang sama.

Menurut Pramono, integrasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pemantauan serta memperkuat program “Jaga Jakarta” yang selama ini dijalankan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka Jakarta akan semakin lengkap data yang dimiliki dan mudah-mudahan ini akan memperkuat Jaga Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan kerja sama tersebut difokuskan untuk mengoptimalkan teknologi dalam mencegah dan mengungkap aksi kriminalitas jalanan, termasuk begal dan pencurian dengan kekerasan (curas).

Menurutnya, keberadaan CCTV yang saling terhubung akan membantu aparat mempercepat respons ketika terjadi gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas.

“Kerja sama ini diarahkan untuk keamanan, ketertiban, dan juga bisa kita gunakan untuk memonitor arus lalu lintas yang ada di wilayah DKI Jakarta,” katanya.

Asep menambahkan, Polda Metro Jaya saat ini juga terus memetakan wilayah-wilayah rawan kejahatan untuk memperkuat patroli dan pengawasan di lapangan.

Halaman Selanjutnya
img_title