Tumpukan Sampah 60 Ton Disikat, Rahasia Duri Utara Atasi Bau Akhirnya Terungkap
- Dok. Pemkot Jakbar
VIVA Jakarta - Kelurahan Duri Utara bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudis LH) Jakarta Barat melakukan penataan pengelolaan sampah di wilayahnya. Melalui kegiatan yang digelar di Depo Sampah RW 02, Duri Utara, Tambora, tumpukan sampah selama ini jadi perhatian warga mulai ditangani secara menyeluruh.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (2/6), jadi tindak lanjut atas arahan Wali Kota Jakarta Barat agar persoalan sampah di wilayah bisa segera ditangani secara optimal. Untuk percepat proses pembersihan, petugas mengerahkan satu unit ekskavator dan lima unit dump truck milik Sudis LH Jakarta Barat.
Lurah Duri Utara, Ari Kurnia, menjelaskan bahwa volume sampah yang diangkut dari lokasi diperkirakan mencapai 60 ton.
"Kegiatan ini menindaklanjuti atensi Wali Kota Jakarta Barat untuk memastikan masalah sampah tuntas dan dikelola dengan baik," kata Ari, dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar, dikutip pada Rabu, 3 Juni 2026.
Tak hanya fokus pada pengangkutan sampah, Kelurahan Duri Utara juga menerapkan inovasi ramah lingkungan berupa penggunaan teknologi eco lindi. Teknologi eko lindi itu untuk mengatasi bau menyengat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sekitar.
Gerebek sampah besar-besaran, 60 ton sampah diangkut dari Duri Utara, Jakarta Barat.
- Dok. Pemkot Jakbar
Eco lindi merupakan cairan yang mengandung bakteri pengurai yang berfungsi menetralkan bakteri penyebab bau pada tumpukan sampah. Langkah ini dinilai penting mengingat lokasi depo berada di tengah kawasan permukiman yang padat penduduk.
Dia menuturkan bakteri dalam cairan eco lindi berfungsi menetralkan bakteri jahat penyebab bau busuk.
"Langkah ini diprioritaskan karena depo sampah Duri Utara berada di tengah permukiman padat penduduk," tuturnya.
Menurut Ari, hasil penggunaan eco lindi mulai terlihat dalam waktu singkat. Hanya dalam tiga hari pertama, aroma tidak sedap di area depo sampah berkurang secara signifikan.
Untuk mendukung program tersebut, pihak kelurahan telah menyiapkan sekitar 1.000 liter eco lindi yang disemprotkan secara rutin dua kali setiap hari. Penyemprotan dilakukan pada pagi hari dan setelah proses pengangkutan sampah selesai.
"Penyemprotan eco lindi 2 kali sehari @ 50 liter, yakni pagi dan setelah proses pengangkutan sampah selesai. Waktu itu dipilih karena aroma sampah lama mulai menguap saat loading," jelas Ari.