Cengkareng Jadi Sorotan, Jakbar Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
- Dok. Pemkot Jakbar
VIVA Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat memperkuat upaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Langkah itu dilakukan melalui kegiatan kerja bakti kolaboratif di kawasan Bank Sampah Induk RW 05, Cengkareng Barat, Cengkareng, Minggu (7/6).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Jakarta Barat Yuli Hartono dan Camat Cengkareng Suhardin. Sekitar 230 personel gabungan bersama warga setempat turun tangan dalam aksi bersih-bersih yang difokuskan pada penataan kawasan percontohan pemilahan sampah. Selain itu, mendorong kesadaran masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah.
Kerja bakti dilakukan dengan membersihkan saluran air, memangkas rumput liar, menata lingkungan, hingga memberikan edukasi terkait pengelolaan dan pemilahan sampah kepada warga. Langkah ini jadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi persoalan sampah di Jakarta.
Saat memimpin apel kerja bakti, Camat Cengkareng Suhardin menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, serta nyaman.
Bagi dia, kegiatan itu jadi salah satu bentuk kolaborasi seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan kebersihan lingkungan.
"Lokasi pemilahan sampah di Perumahan Lingkungan Hidup ini juga menjadi lokasi percontohan pemilahan sampah di Jakarta Barat, sehingga kebersihan dan penataannya harus terus dijaga bersama," kata Suhardin, dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar, dikutip pada Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Suhardin, kawasan pemilahan sampah di RW 05 memiliki peran strategis dalam mendukung sistem pengelolaan sampah di Jakarta Barat. Karena itu, kebersihan dan penataan lingkungan di sekitar lokasi harus terus dipertahankan agar tetap nyaman bagi masyarakat.
Ia mengingatkan kawasan tersebut bukan tempat pembuangan sampah. Tapi, sebagai lokasi pemilahan dan titik transit sampah sebelum diproses lebih lanjut.
Dia bilang sampah yang ada di sini hanya sampah yang dipilah maupun sampah transit sebelum diangkut ke tempat pengolahan.
"Lingkungan di sekitarnya harus tetap bersih, tertib, dan indah. Jangan sampai seluruh kawasan ini dianggap sebagai tempat sampah," jelas Suhardin.
Dalam kesempatan itu, Suhardin juga mengajak warga untuk mengambil peran aktif dalam mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pengolahan akhir. Cara itu dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.