Penataan Pesisir Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Digencarkan, 5 Kapal Warga Direlokasi
- Dok. Pemkab Aministrasi Kepulauan Seribu
VIVA Jakarta - Pemerintah Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu bersama sejumlah instansi terkait melakukan penataan kawasan pesisir. Langkah itu dengan menertibkan kapal-kapal warga yang ditempatkan tidak sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Upaya itu dilakukan untuk menjaga ketertiban lingkungan pesisir sekaligus meningkatkan keselamatan aktivitas pelayaran di wilayah tersebut.
Kegiatan penertiban melibatkan unsur Kelurahan Pulau Untung Jawa, Satpol PP Kelurahan Pulau Untung Jawa, PPSU, Suku Dinas Perhubungan Kepulauan Seribu, serta Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.
Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim menjelaskan, penataan dilakukan setelah petugas menemukan sejumlah kapal yang berada di lokasi yang tidak semestinya saat melakukan pemantauan lapangan.
"Hasil pemantauan di lapangan terdapat lima kapal yang berada tidak pada tempatnya. Kami bersama unsur terkait melakukan penataan dan relokasi secara persuasif agar kawasan pesisir tetap tertib dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman," kata Muslim, dalam keterangan resmi Pemkab Kepulauan Seribu, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, dari lima kapal yang ditertibkan, sebagian besar telah berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih sesuai dengan peruntukannya.
Muslim menjelaskan, tiga kapal direlokasi ke sisi timur area docking kapal. Sementara satu kapal dipindahkan ke area depan asrama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Adapun satu kapal lainnya yang berada di kawasan Pantai Arsa masih dalam proses pemindahan menuju sisi timur area docking.
Selain itu, kapal yang sebelumnya berada di depan SDN Pulau Untung Jawa 01 juga telah dipindahkan ke kawasan pengedokan milik Dinas Perhubungan.
Menurut dia, kapal yang sebelumnya berada di depan SDN Pulau Untung Jawa 01 juga sudah dipindahkan ke area pengedokan yang berada di lokasi Dinas Perhubungan.
"Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, termasuk pemilik kapal yang kooperatif selama proses penataan berlangsung. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala untuk menjaga ketertiban lingkungan pesisir Pulau Untung Jawa," katanya.
Penataan dilakukan dengan pendekatan persuasif dan mengedepankan komunikasi kepada para pemilik kapal agar proses relokasi berjalan tanpa kendala.