Bekas Lokasi PKL dan Parkir Liar Disulap Jadi Taman Gizi, Pela Mampang Percantik Lingkungan

Upaya Kelurahan Pela Mampang Jaksel mempercantik lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan warga.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jaksel

VIVA Jakarta - Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di Jalan Bank Raya II, RT 08 RW 07, Kelurahan Pela Mampang, Jakarta Selatan, kini tampil dengan wajah baru. Area yang sempat terlihat kumuh dan semrawut itu ditata menjadi taman hijau yang dilengkapi kolam gizi.

img_title Bekas TPS Liar di Cibubur Berubah Total, Taman Caglak Kini Jadi Ikon Baru Lingkungan

Langkah itu sebagai bagian dari upaya mempercantik lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan warga.

Penataan kawasan tersebut telah rampung 100 persen setelah dikerjakan secara kolaboratif oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Bina Marga, serta Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan.

img_title Operasi Cabut Pentil Kembali Digelar, Parkir Liar dan PKL Jadi Sasaran di Kembangan

Lurah Pela Mampang, Teuku Aji Mahbrurry, menjelaskan penataan dilakukan setelah pihak kelurahan berdiskusi dengan pengurus lingkungan mengenai pemanfaatan lahan yang sebelumnya kurang tertata.

"Setelah berdiskusi dengan pengurus lingkungan, akhir kami memastikan kawasan itu ditata agar terlihat lebih rapi dan nyaman untuk warga," kata Teuku, dalam keterangan resmi Pemkot Jaksel dikutip pada Sabtu, 13 Juni 2026.

img_title Bukan Sekadar Bantuan! Program Ini Jaga Air Bersih Sekaligus Selamatkan Lingkungan

Tak Hanya Percantik Lingkungan

Menurut Teuku, pembangunan taman dan kolam gizi tersebut dimulai sejak April 2026. Area yang ditata memiliki panjang sekitar delapan meter dengan lebar 1,2 meter.

Ia menjelaskan, konsep yang diusung tidak hanya berorientasi pada estetika lingkungan, tetapi juga memiliki nilai manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan tanaman pangan dan kolam gizi.

Dia menuturkan hal itu bisa dilihat dari berbagai macam jenis tanaman pangan yang ditanam serta pembangunan kolam gizi di area ini. 

"Kalau kolam gizinya itu kami buat di atas saluran air. Namun, sudah dipastikan tidak mengganggu aktivitas aliran air dan tampungan air, karena posisinya lebih di atasnya," tuturnya.

Keberadaan tanaman pangan dan kolam gizi diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus mendorong warga untuk lebih peduli terhadap pemanfaatan ruang lingkungan secara produktif.

Setelah pembangunan selesai, pihak kelurahan berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun.

Teuku menegaskan bahwa keberhasilan penataan kawasan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga komitmen warga untuk menjaga keberlanjutannya.

Halaman Selanjutnya
img_title