Pramono Ingin Haul Ulama dan Habaib Betawi Jadi Tradisi Jakarta, Perkuat Harmoni Menuju Kota Global

Haul Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Silang Monas sisi Selatan,Gambir, Jumat (19/6) malam.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jakpus

VIVA Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperkuat identitas ibu kota sebagai kota global yang tetap menjunjung nilai keagamaan dan budaya lokal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Haul Ulama dan Habaib Betawi 2026.

img_title Jakarta Dipadati Acara HUT RI, 1.225 Personel Satpol PP Disiagakan di Titik Strategis

Penyenggaraan Haul Ulama dan Habaib Betawi sudah dilakukan di Plaza Silang Monas sisi Selatan, Kecamatan Gambir, Jumat (19/6) malam.

Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir didampingi Wakil Gubernur Rano Karno serta Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin.

img_title Kualitas Udara Jakarta Masuk Enam Terburuk Dunia, Ini Strategi Pemprov DKI

Mengusung tema 'Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global', acara itu jadi momentum untuk mengenang. Selain itu, menghormati jasa para ulama dan habaib Betawi yang telah berkontribusi besar dalam perjalanan Jakarta.

Peran mereka dinilai tidak hanya terbatas pada dakwah dan pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam membangun kehidupan sosial masyarakat serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman warga ibu kota.

img_title Kado HUT ke-81 RI: Naik Transportasi DKI pada 17 Agustus Cuma Bayar Rp1

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan harapannya agar kegiatan haul bersama ulama dan habaib Betawi bisa jadi agenda rutin yang terus dilaksanakan setiap tahun di Jakarta.

Menurutnya, tradisi bershalawat dan mendoakan para tokoh agama yang telah berjasa merupakan bentuk penghormatan sekaligus sarana memperkuat nilai spiritual masyarakat.

"Karena bagi saya memberikan penghormatan kepada ulama dan habaib tentunya banyak rasa syukur yang bisa kita dapatkan dari kita berdoa, mendoakan, bersyukur, memberikan syukur, dan paling utama sebagai gubernur saya belajar banyak dari para tokoh," kata Pramono, dalam keterangan resmi Pemkot Jakarta Pusat dikutip pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Pramono juga menambahkan Jakarta harus terus berkembang menjadi rumah bersama bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, budaya, maupun latar belakang sosial.

Ia menilai semangat kebersamaan dan toleransi menjadi modal utama bagi Jakarta dalam menghadapi transformasi menuju kota global yang modern, inklusif, dan berdaya saing.

Di sisi lain, peran ulama dan habaib Betawi disebut tetap relevan dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat perkotaan yang semakin kompleks.

Halaman Selanjutnya
img_title