Udara Jakarta Kembali Tak Sehat, Terburuk Kedua di Dunia pada Kamis Pagi

Ilustrasi Polusi Udara Jakarta
Sumber :
  • VIVA Jakarta/Istimewa

VIVA Jakarta - Kualitas udara di Jakarta kembali memburuk pada Kamis pagi. Berdasarkan pemantauan terbaru, ibu kota tercatat menempati posisi kedua sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan kategori tidak sehat.

img_title Jakarta Masuk 2 Besar Kota Paling Berpolusi di Dunia, Udara Pagi Ini Bikin Waswas

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 174 atau masuk kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 80 mikrogram per meter kubik.

Ilustrasi warga Jakarta menggunakan masker hindari polusi

Photo :
  • AI

img_title Gempa Bumi M 7,0 di NTT Dirasakan Warga Bima, Gemetar Guncangan yang Kencang

Angka tersebut menunjukkan kualitas udara yang tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif, karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia maupun hewan yang rentan. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada tumbuhan serta menurunkan nilai estetika lingkungan.

Situs IQAir merekomendasikan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker dan menutup jendela rumah untuk mengurangi paparan udara kotor dari luar.

img_title Usia 30 Tahun ke Atas, Massa Otot Mulai Berkurang? Ini Cara Menjaga Tubuh Tetap Kuat

Dalam kategori kualitas udara, tingkat baik berada pada rentang PM2.5 sebesar 0-50. Pada level ini, kualitas udara tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia maupun hewan serta tidak berdampak pada tumbuhan, bangunan, maupun nilai estetika.

Sementara kategori sedang berada pada rentang 51-100, yakni kualitas udara yang umumnya tidak berpengaruh terhadap kesehatan manusia atau hewan, namun dapat berdampak pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika lingkungan.

Adapun kategori sangat tidak sehat berada pada rentang PM2.5 sebesar 200-299. Pada level ini, kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Kategori paling berbahaya berada pada rentang 300-500, yang menunjukkan kualitas udara dapat menyebabkan dampak kesehatan serius bagi masyarakat secara umum.

Berdasarkan daftar IQAir, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Kamis pagi ditempati Kinshasa, Democratic Republic of the Congo dengan indeks 204.

Jakarta berada di posisi kedua dengan indeks 174, disusul Dubai, United Arab Emirates di posisi ketiga dengan indeks 151, Kolkata, India di posisi keempat dengan indeks 135, serta Doha, Qatar di urutan kelima dengan indeks 132.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah meluncurkan platform pemantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di wilayah Jakarta.

Halaman Selanjutnya
img_title