Kemenkum DK Jakarta Genjot Pendaftaran Merek Koperasi Merah Putih, Buka Jalan ke Pasar yang Lebih Lugas

kegiatan Penguatan Branding Wilayah Melalui Kekayaan Intelektual: Meningkatkan Brand Koperasi Merah Putih Melalui Pendaftaran Merek Kolektif.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta – Memiliki produk berkualitas belum cukup untuk memenangkan persaingan usaha. Di tengah semakin banyaknya pilihan di pasar, sebuah produk juga harus memiliki identitas yang kuat agar mudah dikenali dan dipercaya masyarakat.

img_title Kemenkum DK Jakarta Bangun Ekosistem Hukum agar Produk Lokal Kepulauan Seribu Makin Kompetitif

Atas dasar itu, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) segera mendaftarkan merek kolektif sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi usaha mereka.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Branding Wilayah Melalui Kekayaan Intelektual: Meningkatkan Brand Koperasi Merah Putih Melalui Pendaftaran Merek Kolektif yang digelar di Vasaka Hotel Jakarta, Senin (29/6/2026).

img_title Mendes Targetkan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Khusus Jakarta, Baroto, dan dihadiri Direktorat Merek dan Indikasi Geografis DJKI, Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta sebagai narasumber. Hadir juga Suku Dinas PPKUKM enam wilayah administrasi DKI Jakarta, perwakilan Koperasi Kelurahan Merah Putih, serta jajaran Kanwil Kemenkum DK Jakarta sebagai peserta.

Merek Bukan Sekadar Nama, tetapi Aset Bisnis

img_title Mendes Pastikan Koperasi Desa Merah Putih Tidak Matikan UMKM dan Warung Desa

kegiatan Penguatan Branding Wilayah Melalui Kekayaan Intelektual: Meningkatkan Brand Koperasi Merah Putih Melalui Pendaftaran Merek Kolektif.

Photo :
  • Istimewa

Baroto menegaskan koperasi memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, agar mampu berkembang di tengah kompetisi usaha yang semakin dinamis, koperasi harus mulai memandang merek sebagai aset yang memiliki nilai ekonomi.

"Merek kolektif menjadi salah satu instrumen strategis bagi koperasi. Selain sebagai identitas usaha, merek kolektif juga memberikan perlindungan hukum, menjamin kualitas, memperkuat reputasi, serta meningkatkan nilai ekonomi produk koperasi," kata Baroto.

Menurutnya, merek kolektif bukan hanya menjadi pembeda di pasar, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk sekaligus memperbesar peluang koperasi menjangkau pasar yang lebih luas.

Mayoritas Koperasi Belum Memiliki Merek Terdaftar

kegiatan Penguatan Branding Wilayah Melalui Kekayaan Intelektual: Meningkatkan Brand Koperasi Merah Putih Melalui Pendaftaran Merek Kolektif.

Photo :
  • Istimewa

Meski manfaatnya cukup besar, jumlah koperasi yang telah memiliki perlindungan merek masih sangat terbatas.

Data Kanwil Kemenkum DK Jakarta menunjukkan, dari 267 Koperasi Kelurahan Merah Putih di DKI Jakarta, baru tiga koperasi yang berhasil mendaftarkan merek kolektif. Sementara enam koperasi lainnya masih menjalani proses pendampingan sebelum mengajukan permohonan.

Melihat kondisi tersebut, Kanwil Kemenkum DK Jakarta terus memperluas pendampingan kepada koperasi agar semakin banyak pelaku usaha memahami pentingnya kekayaan intelektual dalam mengembangkan bisnis.

Halaman Selanjutnya
img_title