Pramono Jadikan Ekonomi Kreatif Mesin Pertumbuhan Baru, Jakarta Dikebut Menuju 50 Kota Global

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kiri).
Sumber :
  • Dok. Pemprov DKI

VIVA Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta percepat transformasi ibu kota menuju jajaran 50 kota global pada 2030. Ikhtiar itu dengan memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan. 

img_title Kementerian Kehutanan Dorong Investasi Swasta Lewat Perdagangan Karbon

Langkah ini dilakukan agar pembangunan ekonomi Jakarta tidak lagi hanya bergantung pada sektor perdagangan dan jasa.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan ekonomi kreatif memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi. Selain itu, ekonomi kreatif bisa meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun internasional.

img_title Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Pede Dampak Banjir Jakarta Bakal Berkurang

"Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global,” kata Pramono di Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026.

Menurut Pramono, transformasi ekonomi Jakarta dilakukan melalui penguatan tiga sektor utama, yakni perdagangan dan jasa, ekonomi kreatif, serta sektor sports and lifestyle (olahraga dan gaya hidup). 

img_title Jelang Usia 500 Tahun, Jakarta Perkuat Diplomasi Global di Hadapan Puluhan Negara Sahabat

Selain itu, industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) juga diproyeksikan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi ibu kota.

"Pemprov DKI Jakarta akan terus memberikan dukungan agar seluruh potensi itu berkembang secara optimal," ujar Pramono.

Lebih lanjut, dia mengatakan arah pembangunan tersebut didukung oleh kinerja ekonomi Jakarta yang terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,59 persen dengan kontribusi sebesar 16,67 persen terhadap perekonomian nasional.

Tak hanya itu, Jakarta juga menyumbang sekitar 38 persen transaksi QRIS nasional serta didukung oleh 422.261 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi daerah.

"Data tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Jakarta semakin kuat," jelas politikus PDIP itu.

Berbekal capaian tersebut, Pemprov DKI berkomitmen terus mempercepat inovasi dan digitalisasi agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Pemerintah daerah juga memperkuat daya saing pelaku UMKM melalui program JakPreneur. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan, pembukaan peluang pasar yang lebih luas, serta percepatan digitalisasi usaha.

Pramono menegaskan pihaknya ingin memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan naik kelas.

Halaman Selanjutnya
img_title