Inovasi dari Pasar Minggu Jaksel, Padi Ditanam di Galon

Padi di tanam dalam galon, di Pasar Minggu Jaksel
Sumber :
  • Beritajakarta.id/ Tiyo Surya Sakti

VIVA Jakarta – Berbagai upaya dan inovasi dilakukan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan. Diantaranya, dengan memanfaatkan galon-galon bekas untuk menciptakan budi daya padi. Melalui galon-galon tersebut, padi dibudidayakan oleh masyarakat di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

img_title Presiden Prabowo: Saya Empat Kali Kalah Gak Pernah Suruh Anak Buah Saya Bakar-bakar, Demo Aja Gak

Melalui budi daya padi di galon ini, masyarakat bisa tetap menanam tanpa terpengaruh oleh musim. Gagasan ini lahir langsung dari masyarakat.

"Inovasi ini menjadi bentuk nyata kami dalam rangka menjaga stabilitas pangan di musim dan momen apa pun," kata Lurah Pasar Minggu Meilita di Jakarta, Senin, seperti dikutip dari Antara.

img_title Go Healthy with Taiwan 2026 Resmi Dibuka, Inovator Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Global

Gagasan budi daya padi dari galon-galon tersebut, mendapat sambutan dan dukungan dari pihak kelurahan dan juga unsur-unsur terkait. Untuk menanam padi, media tanam yakni galon yang dibutuhkan saat ini sudah mencapai 350 unit.

Jenis variates padi Inpari 32 adalah yang digunakan saat ini. Jelas Meilita, sekali panen dari padi yang ditanam di ratusan galon tersebut, menghasilkan 70 kg gabah. Hasilnya adalah puluhan kilogram beras. Untuk saat ini juga dikembangkan varietas M70 yang masa panennya lebih singkat yakni 70 hari.

img_title Usai Perilaku LGBTQ Masuk Ancaman Nonmiliter, Kemenag Siapkan Langkah Edukasi

"Kami sudah berkomitmen untuk mengimplementasikan budidaya padi dalam galon di semua RW, dan mereka sangat antusias sekali," ujar Meilita.

Jelas dia, pihak kelurahan juga mengoptimalkan lahan-lahan kosong untuk berbagai tanaman komoditas seperti jagung dan tanaman lainnya. Nantinya bisa dipanen oleh warga. Ada di Taman Selaras, yang hasilnya bisa di peti warga yang mengunjunginya.

"Mudah-mudahan, upaya kami bersama warga ini terus berkembang dan tentunya menjadi contoh baik bagi lingkungan lainnya dalam hal ketahanan pangan berbasis lingkungan," imbuh Meilita. (Ant)