Kebakaran Palmerah Jadi Alarm, Penting Ada Hidran Mandiri hingga Relawan Pemadam di Tiap RW

Ilustrasi Rumah kebakaran
Sumber :
  • AI

VIVA Jakarta - Tragedi kebakaran yang menewaskan seorang lansia di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, menjadi sorotan DPRD DKI Jakarta. Peristiwa tersebut dinilai sebagai pengingat bahwa sistem pencegahan dan penanganan kebakaran di kawasan padat penduduk perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban jiwa.

img_title Polisi Ungkap Fakta Baru di Kasus Kebakaran Maut Kemayoran, Saksi Dengar Dua Kali Ledakan

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menyampaikan tiga rekomendasi utama kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai langkah evaluasi setelah insiden yang merenggut nyawa Suratman (81).

Menurutnya, kebutuhan paling mendesak adalah penyediaan hidran mandiri di lingkungan permukiman padat sebagai sistem pemadam awal ketika kebakaran terjadi.

img_title Hadapi Musim Kemarau, Pemerintah Siapkan Strategi Tekan Karhutla

Bagi dia, Gubernur DKI Jakarta Pranono Anung harus menganggarkan hal ini. Dia mengatakan DPRD akan sangat mendukung semua kebijakan Gubernur Pramono. 

"Apalagi yang menyangkut keselamatan dan kemaslahatan masyarakat. Hidran mandiri itu penting sekali," kata Jupiter di Palmerah, Jakarta Barat, Senin, 6 Juli 2026.

img_title Kemenhut Siapkan Standar Kebutuhan Manggala Agni Hadapi Karhutla

Selain hidran mandiri, Jupiter meminta pemerintah daerah mempercepat penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap wilayah. Keberadaan APAR dinilai dapat membantu warga melakukan pemadaman dini sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Ia juga mengusulkan pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) di setiap RW, khususnya di kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

"Ketiga, pembentukan Redkar (Relawan Pemadam Kebakaran) yang wajib ada di setiap RW. Saya kira, di wilayah yang padat penduduk, Redkar ini berfungsi sebagai penanggulangan bencana di tahap awal," ujar Jupiter.

Menurutnya, keberadaan warga yang memiliki kemampuan dasar penanggulangan kebakaran sangat penting karena dapat bertindak lebih cepat saat api mulai muncul.

"Kita tidak bisa memprediksi kondisi kemacetan di Jakarta, baik pagi, siang, maupun sore hari. Kendala waktu pasti ada," tutur Jupiter.

Ia berharap tiga langkah tersebut dapat segera direalisasikan agar sistem mitigasi kebakaran di Jakarta semakin kuat dan mampu meminimalkan risiko jatuhnya korban.

"Sehingga dalam penanggulangan ke depan tidak terjadi lagi kebakaran hebat yang sampai memakan korban meninggal dunia," pungkas Jupiter.

Sebelumnya, kebakaran melanda permukiman di RT 15/RW 08, Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu (5/7) malam. Dalam peristiwa tersebut, seorang lansia bernama Suratman (81) ditemukan meninggal dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title