Dishub DKI Hadirkan 'CCTV Jakarta Takeover', Pengendara Kini Diedukasi Langsung dari Simpang Jalan

JPO Sarinah, Jakarta Pusat diresmikan.
Sumber :
  • Dok. Pemprov DKI

VIVA Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menghadirkan cara baru untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas. Melalui program bertajuk "CCTV Jakarta Takeover", pengendara kini akan mendengar imbauan keselamatan secara langsung dari pengeras suara yang terpasang di sejumlah simpang jalan strategis.

img_title Dishub DKI Percepat Pemasangan Rambu Batas Ketinggian di JPO dan Flyover Usai Insiden Tendean

Program tersebut menjadi inovasi pertama di Jakarta yang memanfaatkan sistem CCTV terintegrasi dengan pengeras suara sebagai media edukasi keselamatan berlalu lintas. Dalam pelaksanaannya, Dishub DKI juga menggandeng sejumlah kolaborator untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan pendekatan ini diharapkan bisa membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih tertib saat berkendara.

img_title Pohon Tumbang Timpa Mobil di Kelapa Gading, Dua Pengendara Terluka dan Dilarikan ke RS

"Harapannya, cara ini dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk lebih disiplin dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebiasaan bersama," kata Budi di Jakarta, dikutip pada Kamis, 9 Juli 2026.

Pada tahap awal, Dishub DKI melibatkan Anastasia Putri (Mpok Caca) dan Komika Yudhabrajamusti sebagai kolaborator yang menyampaikan pesan keselamatan melalui sistem CCTV dan pengeras suara.

img_title Aksi Jambret Terekam CCTV, Polisi Kejar Pelaku Perampas Ponsel di Kelapa Gading

Keduanya telah memberikan edukasi kepada pengguna jalan di kawasan Simpang Millenium, Bank Indonesia, dan Sarinah.

Saat ini, fasilitas pengeras suara telah dipasang di enam simpang lalu lintas, yaitu Harmoni, Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah, Bundaran Senayan, dan Simpang Millenium.

Ke depan, Dishub DKI berencana memperluas jangkauan program dengan menambah titik pemasangan pengeras suara di sejumlah persimpangan lain berdasarkan hasil survei lapangan.

Melalui program ini, masyarakat terus diingatkan untuk mematuhi lampu lalu lintas, berhenti di belakang garis henti, menggunakan helm dan sabuk pengaman, mengutamakan pejalan kaki, serta menghindari penggunaan telepon genggam saat mengemudi.

Dishub menilai pendekatan edukatif yang lebih dekat dan komunikatif dapat menjadi pelengkap penegakan aturan lalu lintas sekaligus membangun budaya berkendara yang lebih aman.Selain menjadi sarana edukasi, pemanfaatan CCTV yang terintegrasi dengan pengeras suara juga merupakan bagian dari pengembangan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di Ibu Kota.

Dia berharap program ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin berlalu lintas. 

Halaman Selanjutnya
img_title