Transjakarta Perluas Program Naming Rights, Ajak Lebih Banyak Swasta Bangun Transportasi Publik

Bus Transjakarta
Sumber :
  • Instagram pt_transjakarta

VIVA Jakarta - PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta terus mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan transportasi publik melalui program hak penamaan (naming rights) halte. Skema tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan di Jakarta.

img_title Bukan Cuma Lokasi, Ini Faktor Baru yang Bikin Properti Premium Jakarta Makin Diburu

Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan perusahaan membuka peluang seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk berpartisipasi dalam pengembangan fasilitas transportasi publik. Tak hanya sebagai mitra bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem transportasi perkotaan.

Dia menuturkan Transjakarta sebagai platform kolaborasi terbuka. 

img_title Transportasi Umum Jakarta Makin Ramai, Penumpang Transjakarta Tembus 40 Juta pada Juli 2026

"Transjakarta bukan sekadar penyedia bus, melainkan wadah di mana sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat bisa bersinergi demi kemajuan kota," kata Welfizon Yuza dalam keterangannya, Jumat, 10 Juli 2026.

Menurutnya, pembangunan sistem transportasi yang berkualitas tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah atau operator transportasi. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar layanan publik terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat.

img_title Ada Kendala di Petukangan, Transjakarta Umumkan Rute Koridor 13 Diperpendek Sampai Halte JORR

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama Transjakarta dengan ParagonCorp yang meresmikan Halte Swadarma ParagonCorp pada Kamis (9/7). Peresmian itu sekaligus menandai selesainya revitalisasi halte yang sebelumnya telah disepakati melalui penandatanganan kerja sama pada tahun lalu.

Halte Swadarma ParagonCorp menjadi halte kedelapan yang menerapkan skema naming rights di jaringan Transjakarta.

Sebelumnya, program serupa telah diterapkan pada sejumlah halte, yakni Bundaran HI Astra; Senayan Bank DKI; Widya Chandra Telkomsel; Cawang Sentral 1 Polypaint; Petukangan D'MASIV; Senen Toyota Rangga; Setiabudi Integritas.

Melalui skema tersebut, Transjakarta berharap kolaborasi dengan sektor swasta tidak hanya menghadirkan identitas baru pada halte, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur dan kenyamanan pelanggan.

Usung Konsep Inklusif dan Berkelanjutan

Revitalisasi Halte Swadarma ParagonCorp juga mengedepankan aspek aksesibilitas bagi seluruh pengguna transportasi umum.

Sejumlah fasilitas baru disediakan, seperti lift untuk memudahkan penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), serta pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang dirancang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki.

Halte tersebut menjadi salah satu titik penting pada Koridor 13 karena melayani mobilitas masyarakat di jalur layang Transjakarta.

Halaman Selanjutnya
img_title