Normalisasi Ciliwung Dikebut, Pramono Pede Dampak Banjir Jakarta Bakal Berkurang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengecek langsung proses pembebasan lahan di RW 03, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jaktim.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jaktim

VIVA Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta percepat pembebasan lahan untuk melanjutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung. Langkah itu sebagai upaya memperkuat pengendalian banjir ibu kota. 

img_title Mulai Besok, Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Naik Jadi Rp15 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun mengecek langsung proses pembebasan lahan di RW 03, Kelurahan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Peninjauan tersebut jadi bagian dari upaya memastikan proyek yang sempat terhenti selama beberapa tahun dapat kembali berjalan sesuai target. Pemprov DKI targetkan seluruh proses pembebasan lahan selesai pada akhir 2026 agar pembangunan tanggul dapat dipercepat.

img_title Tarif Parkir Rp60 Ribu per Jam Viral, Pramono: Bukan Usulan dari Pemprov DKI

Dari total rencana pembangunan tanggul sepanjang 33,69 kilometer di sepanjang Sungai Ciliwung, masih terdapat 16,55 kilometer yang membutuhkan pembebasan lahan. Di kawasan RW 03 Kelurahan Cawang sendiri, progres pembebasan mulai menunjukkan perkembangan.

“Alhamdulillah, di RW 03 Kelurahan Cawang ini, dari target 170 bidang ini, telah selesai 62 bidang. Namun hingga akhir tahun ini, kami menargetkan seluruh proses pembebasan dapat diselesaikan,” kata Pram, dalam keterangan resmi Pemkot Jaktim, Sabtu, 11 Juli 2026.

img_title Ancaman Banjir Mengintai, 360 Personel Dikerahkan Bersihkan Kali Grogol Jakbar

Normalisasi Tekan Risiko Banjir

Pram menyampaikan percepatan pembebasan lahan menjadi langkah penting agar Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dapat segera melanjutkan pembangunan tanggul dan meningkatkan kapasitas Sungai Ciliwung dalam menampung debit air saat musim hujan.

Menurutnya, proyek normalisasi yang kembali dilanjutkan ini diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini masih menjadi persoalan utama Jakarta.

“Mudah-mudahan upaya ini dapat memperbesar kapasitas aliran sungai sehingga ketika terjadi banjir dampaknya tidak lagi besar seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk mempercepat program tersebut, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar pada 2026. Dana itu tidak hanya digunakan untuk pembebasan lahan di Sungai Ciliwung, tetapi juga mendukung penanganan Sungai Krukut dan Sungai Cakung Lama.

Pram memastikan program tersebut akan terus berlanjut pada 2027 agar target pengendalian banjir dapat tercapai lebih cepat.

“Program ini akan terus dilanjutkan dengan dukungan anggaran pada tahun 2027, guna mempercepat pengendalian banjir di Jakarta," tuturnya.

Dia bilang jika target itu tercapai, maka pada tahun 2027, bertepatan dengan HUT ke-500 Kota Jakarta, normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung di kawasan Cawang dapat terwujud,” harapnya.

Halaman Selanjutnya
img_title