DKI Perkuat Gerakan Pilah Sampah, Kepulauan Seribu Jadi Model Pengelolaan Berbasis Warga
- Dok. Pemkab Aministrasi Kepulauan Seribu
VIVA Jakarta – Gerakan pemilahan sampah dari sumber di Kepulauan Seribu terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan 2026, capaian pemilahan sampah oleh masyarakat telah mencapai 59 persen sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah.
Langkah itu sebagai upaya lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada daratan Jakarta.
Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi menjelaskan capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
“Pelaksanaan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber di Kepulauan Seribu telah mencapai 59 persen,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu Achmad Hariadi di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, Achmad menilai pengelolaan sampah di wilayah kepulauan masih membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar hasilnya semakin optimal.
Saat ini, sistem pengelolaan sampah telah diterapkan di sebelas pulau berpenduduk. Salah satu inovasi yang mulai dikembangkan adalah pemanfaatan sampah organik sebagai pakan ternak di Pulau Untung Jawa.
Menurut Achmad, program tersebut menjadi langkah awal dalam menciptakan solusi pengolahan sampah organik yang lebih berkelanjutan.
“Ternak bebek di Pulau Untung Jawa menjadi yang pertama dan sudah siap menjadi solusi dalam penanganan sampah organik," jelasnya.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat perlu terus diperkuat agar dapat diterapkan secara merata di seluruh wilayah Kepulauan Seribu.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta yang menargetkan agar sampah dari Kepulauan Seribu tidak lagi dikirim ke daratan Jakarta untuk diproses.
Menurut Fadjar, gerakan pemilahan sampah yang melibatkan camat dan lurah telah berjalan cukup baik. Namun, penguatan infrastruktur pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah agar target tersebut dapat tercapai.
PJLP Ujung Tombak Edukasi Lingkungan
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Kepulauan Seribu juga mengoptimalkan peran Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sebagai agen edukasi lingkungan.
Petugas PJLP diharapkan tidak hanya menjalankan tugas operasional. Namun, juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah tangga.