Dulu Kumuh dan Bau, Bantaran Kali Gambir Kini Hasilkan Tabungan Sampah Puluhan Juta Rupiah

Bantaran Kali Ciliwung di Gambir, Jakarta Pusat.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jakpus

VIVA Jakarta - Wajah bantaran Kali Ciliwung di RW 01, Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat, kini berubah drastis. Area yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbuka disulap menjadi kawasan hijau yang produktif.

img_title Sempat Mangkrak Bertahun-tahun, Bantaran Kali Sentiong Senen Kini Kembali Ditata

Kawasan itu kini menggabungkan program penghijauan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui penataan kawasan yang memasuki triwulan kedua, Kelurahan Gambir memanfaatkan lahan terbatas di bantaran kali untuk berbagai kegiatan produktif, mulai dari budidaya tanaman pangan, komposting, budidaya maggot, pembibitan ikan hingga pengelolaan bank sampah.

img_title Simulasi Kebakaran di Gambir, Gulkarmat Jakpus Ungkap Kesiapan Gedung Hadapi Situasi Darurat

Lurah Gambir Rokhmat mengatakan seluruh area dimanfaatkan secara optimal agar mampu mendukung target pengurangan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Dia bilang karena lahannya terbatas, pihaknya memanfaatkan semaksimal mungkin agar penghijauan dan pengelolaan serta pemilahan sampah bisa berjalan dengan baik. 

img_title Kebakaran Permukiman Padat di Gambir Berhasil Dilokalisir, 114 Rumah Terdampak

"Di kawasan tersebut juga ditanam berbagai tanaman produktif, seperti cabai dan tanaman obat keluarga (Toga). Sementara hasil budidaya ikan dipasarkan kepada warga sekitar yang selama ini cukup antusias membeli hasil panen," kata Rokhmat, dalam keterangan resmi Pemkot Jakarta Pusat, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Rokhmat, upaya tersebut turut mendorong Kelurahan Gambir jadi salah satu wilayah dengan capaian pengurangan sampah tertinggi di Jakarta Pusat. 

Dia menuturkan tingkat pengurangan sampah bahkan telah melampaui 50 persen dan diharapkan mendukung target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengurangi pengiriman sampah ke TPST Bantargebang mulai Agustus 2026.

"Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus meningkatkan pemilahan sampah. Jika nanti tersedia alat pencacah yang lebih memadai, pengelolaan sampah tentu bisa lebih optimal," katanya.

Pengelolaan sampah organik di kawasan tersebut juga mengandalkan budidaya maggot. Larva lalat Black Soldier Fly (BSF) dimanfaatkan untuk mengurai limbah organik rumah tangga, sementara hasil budidayanya digunakan sebagai pakan ikan sehingga menciptakan siklus pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

"Maggot akan mengurai sampah organik, serta maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan ikan sehingga menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan minim limbah," tuturnya.

Ketua RW 01 Gambir, Novrizal, menjelaskan keberhasilan penataan kawasan tidak lepas dari kolaborasi antara warga, kader PKK, serta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

Halaman Selanjutnya
img_title