Jaktim Tuntaskan 729 Ton Sampah dalam Dua Bulan, Ribuan Biopori Jumbo Mulai Dibangun
- Pemprov DKI
VIVA Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur mempercepat upaya penanganan sampah dengan mencatat keberhasilan mengelola 729,72 ton timbulan sampah sepanjang Mei hingga 10 Juli 2026. Capaian tersebut dibarengi dengan percepatan pembangunan ribuan lubang biopori jumbo sebagai langkah mengurangi sampah organik dari sumbernya.
Keberhasilan tersebut dipaparkan Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, saat memimpin Rapat Monitoring dan Evaluasi Lanjutan Penanganan Sampah di Ruang Sri Gunting, Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa, 14 Juli 2026.
Dari total 729,72 ton sampah yang berhasil ditangani, sebanyak 399 ton 874,54 kilogram merupakan sampah anorganik, sedangkan 329 ton 842,29 kilogram merupakan sampah organik.
Sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah organik, Pemkot Jakarta Timur juga mempercepat pembangunan lubang biopori jumbo. Hingga saat ini telah terbangun 1.787 lubang biopori yang tersebar di 711 RW di 10 kecamatan.
Menurut Munjirin, jumlah tersebut masih akan terus bertambah karena proses pembangunan biopori masih berlangsung di berbagai lokasi, mulai dari sekolah, tempat ibadah, kantor kelurahan hingga kantor kecamatan.
“Data ini akan terus bertambah karena hingga saat ini proses pembuatan lubang biopori di semua wilayah masih dalam proses pembuatan baik di sekolah, tempat ibadah, hingga kantor kelurahan dan Kecamatan,” kata Munjirin, dalam keterangan resmi Pemkot Jaktim dikutip pada Rabu, 15 Juli 2026.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Fauzi, serta Asisten Pemerintahan Bambang Pangestu. Kegiatan juga diikuti 85 peserta yang terdiri atas perwakilan 10 kecamatan, 65 kelurahan, 10 Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sudin Lingkungan Hidup, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam kesempatan itu, Munjirin mengapresiasi jajaran kecamatan dan kelurahan yang dinilai aktif mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah sekaligus mendorong pengelolaan sampah dari hulu.
Meski demikian, ia meminta seluruh aparatur wilayah tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pengawasan terhadap kebersihan lingkungan harus dilakukan setiap hari agar persoalan sampah dapat ditangani lebih cepat tanpa menunggu menjadi sorotan publik.
“Saya tekankan kepada seluruh lurah agar melakukan monitoring setiap hari di wilayah nya terkait penanganan sampah dan tidak menunggu pemberitaan yang viral terlebih dahulu,” tutur Munjirin.