Pramono Tinjau Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Waskita Karya Pastikan Pembangunan Lancar Jelang Peresmian di Agustus
- LRT Jakarta
VIVA Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Direktur Utama Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin serta Direktur Teknik & Pengembangan Jakpro Robert Sajaka baru saja meninjau langsung ke lokasi pada Selasa, 14 Juli 2026, guna memastikan kelancaran proses pembangunan.
Hadir pula Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara dan Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko.
Dalam kunjungannya Pramono mengatakan, keberadaan LRT Jakarta Fase 1B akan menjadi inspirasi atau role model untuk menyelesaikan persoalan transportasi di Jakarta.
Maka ia berterima kasih kepada kontraktor, jajaran Jakpro, dan pihak LRT Jakarta yang sudah mengerjakan proyek senilai Rp4,1 triliun itu.
"Semua aktivitas ini sepenuhnya dilakukan oleh anak bangsa melalui PT Waskita dan Nindya," kata dia.
Dia berharap, LRT Jakarta Fase 1B bisa diresmikan Agustus mendatang, lalu menjadi wajah baru transportasi di Ibu Kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpro sangat mendukung hadirnya LRT rute Velodrome-Manggarai ini. Maka sejalan dengan harapan Gubernur Pramono, Waskita Karya memastikan sebentar lagi Jakarta memiliki pilihan angkutan publik baru yang akan mendukung konektivitas perkotaan.
Infrastruktur tersebut akan menghubungkan Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat. Kemudian memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai.
"Saat ini telah diselesaikan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur kereta api aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai, dengan window time terbatas kurang dari tiga jam. Rangkaian pemasangan girder dilakukan tanpa mengganggu operasional KRL maupun kereta antarkota yang melintasi jalur tersebut," jelas Paulus dalam keterangan resmi, Rabu, 15 Juli 2026.
Proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai
- ANTARA/HO-PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Langkah itu menunjukkan komitmen tinggi Waskita dalam penerapan sistem Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE). Meski pengerjaan proyek terus dikejar, namun Perseroan tetap memperhatikan standar mutu, keselamatan pekerja, sekaligus meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
Bahkan Waskita berhasil mencatatkan pencapaian 7,5 juta jam kerja selamat tanpa kecelakaan (lost time injury) pada pembangunan LRT Jakarta Fase 1B. Capaian itu menjadi bukti konsistensi implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"7,5 juta jam kerja selamat ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang kerja terbatas. Seperti diketahui, tantangan utama (urban constraint) dalam pengerjaan LRT Jakarta, di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat," jelas dia.