Jalan PKP Ciracas Jalani Proyek Drainase 167 Hari, Rekayasa Lalu Lintas Mulai Diberlakukan

Pemerintah Kota Jakarta Timur mulai mengerjakan proyek pembangunan saluran air dengan metode jacking di Jalan Raya PKP, Kelapa Dua Wetan.
Sumber :
  • Dok. Pemkot Jaktim

VIVA Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Timur mulai mengerjakan proyek pembangunan saluran air dengan metode jacking di Jalan Raya PKP, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas

img_title Transjakarta Buka Rute Khusus CFD Senayan-Ancol, Tarif Cuma Rp1 Saat Peluncuran

Dari keterangan resmi Pemkot Jaktim yang dikutip pada Sabtu, 18 Juli 2026, proyek sepanjang 406 meter itu ditargetkan jadi solusi untuk mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut saat hujan deras.

Pengerjaan dimulai sejak 2 Juli 2026 dan dijadwalkan berlangsung selama 167 hari, dengan target penyelesaian pada 15 Desember 2026.

img_title Polisi Kerahkan 1.095 Personel Amankan Demo di Jakpus, Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Seiring dimulainya proyek tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. 

Pun, kendaraan akan diberlakukan sistem buka tutup secara bergantian dengan pengaturan petugas (flagman) guna menjaga kelancaran arus kendaraan selama konstruksi berlangsung.

img_title Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Monas Saat Konser Akbar, Penutupan Jalan Bersifat Situasional

Sementara itu, jalur alternatif masih dalam tahap kajian. Pasalnya, sejumlah ruas jalan yang terhubung dengan Jalan Raya PKP juga sedang mengalami pekerjaan penggalian sehingga belum memungkinkan dijadikan pengalihan arus lalu lintas.

Pembangunan saluran ini menghubungkan kawasan Taufik Hidayat Arena (THA) menuju Kali Cipinang, melintasi Kelurahan Kelapa Dua Wetan hingga Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.

Metode jacking dipilih dengan pemasangan Reinforced Concrete Pipe (RCP) berdiameter 1.500 milimeter yang memungkinkan pembangunan saluran bawah tanah tanpa membuka seluruh badan jalan.

Selain pemasangan pipa utama, proyek juga mencakup pembangunan jaringan drainase menggunakan saluran u-ditch berukuran 40 hingga 100 sentimeter, serta box culvert precast berukuran 50 dan 100 sentimeter guna meningkatkan kapasitas aliran air di kawasan tersebut.

Selama proses konstruksi, proyek menghadapi sejumlah tantangan karena jalur pembangunan beririsan dengan berbagai utilitas bawah tanah maupun fasilitas umum.

Beberapa utilitas yang berpotensi terdampak antara lain jaringan pipa air bersih PAM, kabel bawah tanah milik Telkom, jaringan pipa hidran, tiang listrik PLN, serta utilitas lainnya yang berada di sepanjang trase pembangunan.

Selain itu, pembangunan lubang kerja atau pit yang memanfaatkan sebagian badan jalan juga diperkirakan memengaruhi operasional angkutan Mikrotrans (JakLingko) maupun akses menuju SPBU yang berada di sekitar lokasi proyek.

Untuk meminimalkan risiko selama pekerjaan berlangsung, seluruh area proyek akan dilengkapi dengan berbagai rambu lalu lintas sebagai panduan bagi pengguna jalan yang melintas.