Heboh Bayi Ditemukan di Toilet Puskesmas Tambora, Sudinkes Ungkap Fakta Sebenarnya
- Istimewa/AI
VIVA Jakarta - Kasus seorang perempuan yang ditemukan dalam kondisi berdarah setelah berada di toilet Puskesmas Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, kini ditangani aparat kepolisian. Insiden tersebut terjadi setelah petugas menemukan bayi di dalam toilet fasilitas kesehatan tersebut.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut dan menyerahkan penanganannya kepada Polres Jakarta Barat.
"Sudah ditangani aparat kepolisian (Polres Jakarta Barat)," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Sahruna dikutip dari keterangan resmi Pemkot Jakarta Barat, Jumat, 14 Agustus 2026.
Sahruna menjelaskan, perempuan tersebut awalnya datang ke Puskesmas Tambora untuk mendapatkan pengobatan. Saat itu, ia mengeluhkan kondisi badan yang panas dan perut terasa mulas.
"Awalnya, perempuan itu datang mau berobat ke puskesmas Tambora. Katanya, mengeluh badan panas dan perut mules-mules," ujar Sahruna.
Tak lama kemudian, petugas cleaning service mendatangi toilet puskesmas. Petugas tersebut menemukan bercak darah dan bayi yang sudah tidak bernyawa.
"Tak lama, petugas cleaning service puskesmas mendatangi toilet, dan melihat banyak bercak darah dan mayat bayi," sambungnya.
Petugas kemudian mendapati seorang perempuan keluar dari toilet dalam kondisi kaki berdarah. Menurut keterangan Sahruna, perempuan tersebut mengaku telah menggugurkan kandungannya.
Dari kesaksian petugas, pintu kamar mandi sempat digedor-gedor. Petugas terkejut saat perempuan keluar dengan kondisi kaki berdarah.
"Begitu ditanya, cewek itu mengakui menggugurkan kandungannya yang diduga hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Cewek itu mengaku tak ingin diketahui kehamilannya," jelasnya.
Pihak Puskesmas Tambora kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Sementara perempuan itu dibawa ke RSUD Cengkareng untuk mendapatkan perawatan medis.
Tak Ada Kesalahan Prosedur
Sahruna memastikan kejadian tersebut bukan disebabkan persoalan prosedur pelayanan di Puskesmas Tambora. Ia menegaskan perempuan tersebut datang ke fasilitas kesehatan bukan untuk mendapatkan layanan persalinan.
Dia menepis insiden itu karena tidak ada ruang bersalin.
"Tidak. Karena yang bersangkutan (cewek) itu datang pengen berobat karena mengeluhkan badan panas dan mules-mules," lanjut Sahruna.
Dengan demikian, Sudinkes Jakarta Barat menilai tidak terdapat kesalahan prosedural dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Tambora terkait kejadian tersebut.