Ancaman Banjir Mengintai, 360 Personel Dikerahkan Bersihkan Kali Grogol Jakbar
- Dok. Pemkot Jakbar
VIVA Jakarta - Ancaman genangan dan banjir jadi perhatian Pemerintah Kota Jakarta Barat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat pembersihan aliran sungai dengan melibatkan berbagai unsur sekaligus mengajak masyarakat menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Sebanyak sekitar 360 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan kerja bakti massal dan pembersihan sungai di kawasan Bantaran Kali Banjir Kanal Barat, RT 14 RW 01, Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (15/8).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), UPK Badan Air, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Suku Dinas Bina Marga, Satpol PP, BPBD, jajaran kecamatan dan kelurahan, hingga masyarakat.
Sebelum turun ke lokasi, seluruh personel mengikuti apel gabungan. Setelah itu, petugas melakukan penyusuran dan pembersihan sepanjang aliran Kali Grogol untuk mengangkat sampah serta menangani sedimen yang ditemukan di sungai.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, bersama Komandan Kodim (Dandim) 0503/Jakarta Barat Letkol Inf Saputra Hakki turut meninjau langsung kegiatan tersebut.
Menurut Iin, pembersihan sungai perlu dilakukan secara konsisten karena aliran sungai memiliki fungsi penting bagi kawasan perkotaan. Kondisi sungai yang dipenuhi sampah maupun sedimentasi dapat mengganggu aliran air dan berpotensi meningkatkan risiko genangan.
"Kita melihat langsung kondisi sampah dan pengendapan sedimen yang kemudian dibersihkan secara bergotong royong oleh petugas gabungan, teman-teman Petugas Pelangi, serta didukung alat berat jenis ekskavator," ujar Iin, dalam keterangan resmi Pemkot Jakbar, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Iin menyampaikan penanganan sungai tak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas kebersihan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi sungai dalam jangka panjang.
"Kebersihan lingkungan dan sungai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petugas kebersihan semata. Kebersihan harus menjadi budaya bersama yang konsisten," katanya.
Karena itu, kerja bakti tersebut tidak hanya diarahkan untuk membersihkan sampah yang sudah berada di sungai. Kegiatan juga diharapkan menjadi pengingat agar masyarakat tidak kembali membuang sampah sembarangan ke lingkungan maupun aliran air.