Simulasi Kebakaran di Gambir, Gulkarmat Jakpus Ungkap Kesiapan Gedung Hadapi Situasi Darurat
- Dok. Pemkot Jakpus
VIVA Jakarta - Kesiapan menghadapi kebakaran jadi perhatian Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Kota Jakarta Pusat. Salah satunya dilakukan melalui simulasi penanggulangan kebakaran di gedung perkantoran Graha Infracom, Jalan Tanah Abang II, Petojo Selatan, Gambir, Selasa, 1 September 2026.
Simulasi itu menjadi bagian dari upaya memastikan pengelola gedung dan para karyawan memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat, sekaligus menguji sistem proteksi kebakaran yang tersedia.
Kasatgas Gulkarmat Gambir Nurulusianto mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 143 Tahun 2016. Regulasi itu mengatur kewajiban gedung dan lingkungan tertentu memiliki Manajemen Keselamatan Kebakaran sebagai bagian dari upaya mencegah dan menanggulangi risiko kebakaran.
Menurut Nurulusianto, terdapat empat aspek utama yang harus diperhatikan dalam memastikan keselamatan gedung dari ancaman kebakaran.
"Dalam hal ini ada empat aspek keselamatan yang harus diperhatikan di antaranya, tersedianya sistem proteksi kebakaran aktif, sistem proteksi kebakaran pasif, sistem management keselamatan kebakaran gedung, dan respon cepat saat terjadi kebakaran," kata Nurulusianto, dalam keterangan resmi Pemkot Jakpus, Rabu, 2 September 2026.
Dari simulasi yang dilakukan, Gulkarmat menilai kesiapan Graha Infracom dalam menghadapi potensi kebakaran sudah cukup baik. Penilaian tersebut mencakup sistem proteksi hingga kecepatan respons karyawan ketika menghadapi situasi darurat.
"Di sini sudah cukup baik, karena sistem proteksi kebakaran aktif dan pasifnya susah sesuai dengan standar yang ditentukan serta respon dari karyawan juga cukup cepat," imbuhnya.
Bagi pengelola gedung, simulasi tak hanya dilakukan sebagai formalitas. Building Manager Graha Infracom Akhmed Fajri mengatakan, latihan penanganan bencana digelar secara rutin setiap tahun dengan skenario yang berbeda.
Penerapan skenario yang beragam dilakukan untuk menguji kesiapan penghuni gedung menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat. Hasil evaluasi dari setiap simulasi juga menjadi bahan perbaikan untuk latihan berikutnya.
"Setiap tahun kita lakukan simulasi seperti ini dengan skenario bencana yang berbeda, evaluasi dari Gulkarmat akan kita tindak lanjuti agar kita lebih siap menghadapi bahaya bencana seperti kebakaran," ujarnya.
Kegiatan itu juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Petojo Selatan. Kepala Seksi Pemerintahan (Kasipem) Kelurahan Petojo Selatan Syukur Abdillah menilai simulasi jadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.