LRT Jakarta Fase 1B Diproyeksi Angkut 80 Ribu Penumpang per Hari
- ANTARA/HO-PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
VIVA Jakarta - Project Director LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Ramdani Akbar, menyebut perpanjangan rute LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai diproyeksikan mampu mendongkrak jumlah penumpang hingga 80.000 orang per hari secara bertahap.
Ramdani menjelaskan, saat ini LRT Jakarta Fase 1A yang melayani rute Pegangsaan Dua, Kelapa Gading–Velodrome Rawamangun masih mengangkut sekitar 3.500 hingga 4.000 penumpang per hari.
“Dengan adanya penambahan rute ini, walaupun masih berupa proyeksi, nantinya akan ada kenaikan penumpang sampai 80.000 per hari secara bertahap,” kata Ramdani di Jakarta, Sabtu.
Ia mengakui, keterbatasan jumlah penumpang saat ini tak lepas dari panjang lintasan LRT Jakarta yang masih terbatas, yakni sekitar 5,8 kilometer. Kondisi tersebut membuat banyak pengguna harus melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain, seperti Transjakarta, untuk menuju pusat kota.
“Harapannya dengan adanya perpanjangan ini, layanan LRT akan semakin meningkat, sehingga masyarakat tertarik beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik,” ujarnya.
Meski LRT Jakarta saat ini sudah terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi lain, Ramdani menilai perpanjangan rute hingga Manggarai akan memberikan kenyamanan dan efisiensi waktu yang lebih baik bagi masyarakat.
Menurutnya, proses perpindahan moda transportasi kerap memakan waktu karena penumpang harus turun-naik stasiun atau halte. Dengan perpanjangan rute tersebut, perjalanan menuju pusat kota diharapkan menjadi lebih cepat dan praktis.
“Harapannya mobilitas di Jakarta bisa lebih bebas hambatan dan masyarakat bisa lebih tepat waktu menuju tempat tujuan,” lanjut Ramdani.
LRT Jakarta Fase 1B akan melengkapi layanan Fase 1A dengan menambah jalur operasi dari semula 5,8 kilometer menjadi 12,2 kilometer. Proyek perpanjangan rute Velodrome–Manggarai ini saat ini terus dikebut pengerjaannya dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.