Dirut Agrinas Mangkir dari Raker DPR, Legislator PDIP: Ini Melecehkan Rakyat
- Dok. Ist
VIVA Jakarta – Rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri Koperasi serta Direktur Utama PT Agrinas terpaksa ditunda. Penundaan terjadi setelah banyak anggota dewan memprotes ketidakhadiran Direktur Utama Agrinas dalam agenda rapat tersebut.
Protes keras disampaikan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, yang melakukan interupsi saat pimpinan Komisi VI menyampaikan pidato pembuka rapat pada Rabu (11/3/2026).
“Interupsi pimpinan, ini kan rapat penting, sangat penting, super penting, kenapa Dirut Agrinas tidak hadir,” kata Mufti.
Ia mengaku kecewa karena sebelumnya pihak DPR telah menerima konfirmasi bahwa Direktur Utama Agrinas akan hadir dalam rapat tersebut.
“kami tentu sangat kecewa, tadi belum dijelaskan juga bahwa pimpinan kami terima undangan terima konfirmasi dari dirut Agrinas pukul 10.45 katanya hadir, lalu 5 menit kemudian alasan dan 10 menit kemudian alasan sakit. Ketika ditanya sakitnya, di rumah sakit mana, katanya demam di rumah,” lanjut Mufti.
Menurut Mufti, rapat tersebut memiliki urgensi tinggi karena membahas rencana impor sekitar 105.000 unit mobil pick up dari India untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Maka Kami pada kesempatan hari ini, kami minta keseriusan dari Agrinas untuk bagaimana pak dirut untuk bisa hadir di tempat ini,” tuturnya.
Mufti juga menyoroti besarnya jumlah kendaraan yang akan diimpor serta mempertanyakan kepentingan di balik kebijakan tersebut.
“Ini serius bagi kami, karena 105.000 mobil itu sangat besar sekali dan Kami ingin tahu itu kepentingan siapa karena kami tanya tadi pak Menteri Koperasi tidak tahu, Kami di komisi VI juga tidak tahu, bahkan para kepala desa juga tidak diajak bicara,” ujarnya.
Selain itu, ia turut mempertanyakan penggunaan dana koperasi yang hingga kini disebut belum memiliki pertanggungjawaban yang jelas.
“Kami minta apakah Menteri Koperasi bisa lebih tegas kepada Agrinas, karena Agrinas bukan hanya melangkahi konstitusi, tapi melecehkan rakyat dan juga melecehkan pak Menteri Koperasi,” pungkasnya.