Kendaraan Listrik Diyakini jadi Solusi Strategis saat BBM Tak Menentu
- VIVA/ Wuling Motors
VIVA Jakarta – Pergolakan di Timur Tengah, berimbas pada kondisi minyak dunia yang semakin tidak menentu. Baik melonjaknya harga hingga kelangkaan. Dalam situasi seperti ini, penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi solusi yang dianggap relevan dengan situasi saat ini.
“Ketika BBM menjadi langka akibat kemelut di Timur Tengah, selain langka, harganya juga berpotensi melejit. Sampai berapa harganya tentu tidak ada yang tahu,” ujar pengamat otomotif, Bebin Juana.
Logikanya, jelas dia, dengan situasi minyak dunia yang tidak menentu ditengah kondisi sekarang, maka banyak pihak akan memilih untuk beralih. Kendaraan listrik dinilai jadi ruang peralihan yang dipilih.
“Pilihan masyarakat pada kendaraan listrik berbasis baterai sebagai alternatif yang patut dipertimbangkan,” katanya.
Namun dia tetap mengingatkan, konsumen untuk lebih cermat, tidak sekedar tergiur dengan teknologi canggihnya. Kendaraan harus punya dampak nyata yang benar-benar memberikan efisiensi pada energi.
“Konsumen harus cerdas memilih kendaraan yang benar-benar membuktikan penghematan BBM,” ujarnya.
Menurutnya, bila peralihan 100 ribu hingga 150 ribu konsumen kendaraan listrik, bisa berdampak pada pengurangan antrean pengisian BBM secara signifikan. Selain itu, bisa mengurangi beban pasokan BBM yang selama ini harus terpenuhi.
“Peralihan ini juga dipastikan akan membawa dampak positif bagi keuangan negara melalui berkurangnya konsumsi BBM nasional, meski detail penghematannya memerlukan perhitungan lebih lanjut dari kementerian terkait," jelasnya.
Dalam mempercepat transisi itu, lanjut dia, perlu ada dukungan kebijakan bagi pengguna kendaraan ramah lingkungan.
Keberlanjutan intensif penting, dalam menjaga momentum untuk adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Insentif kendaraan listrik seperti subsidi pembelian hingga pajak yang ringan masih menunggu kepastian perpanjangan.
Ia juga menyoroti bahwa keberlanjutan kebijakan insentif menjadi faktor penting dalam menjaga momentum adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, sejumlah insentif kendaraan listrik seperti subsidi pembelian dan keringanan pajak yang sebelumnya diberikan pemerintah masih menunggu kepastian perpanjangan.
Bila kepastian insentif bisa dipastikan, dia yakin minat masyarakat pada kendaraan listrik meningkat. Maka dengan situasi demikian, menurutnya justru memperkuat ketahanan energi ditengah fluktuasi minyak dunia.