Serangan Mematikan di Lebanon Tuai Kecaman Dunia, Uni Eropa Minta Pengusutan Tuntas
- VIVA
VIVA Jakarta – Gelombang kecaman internasional muncul setelah serangkaian serangan yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Uni Eropa secara tegas mengecam insiden tersebut dan mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Pernyataan resmi disampaikan oleh juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa, Anouar El Anouni, yang menilai serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat serius dan tidak dapat diterima. Ia menegaskan bahwa serangan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan pasukan penjaga perdamaian, termasuk melukai sejumlah personel lainnya, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
Dalam keterangannya, Anouni juga menyoroti adanya serangan yang menyasar kontingen Prancis dalam beberapa hari terakhir. Ia menilai situasi ini semakin memperburuk kondisi keamanan di wilayah yang selama ini berada di bawah pengawasan misi perdamaian internasional.
Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak hanya mengancam keselamatan individu yang bertugas, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas kawasan secara keseluruhan. Oleh karena itu, Uni Eropa menekankan pentingnya langkah cepat dan transparan dalam melakukan penyelidikan guna memastikan keadilan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Seruan tersebut sejalan dengan sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa yang juga meminta agar insiden ini diusut secara mendalam. PBB menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target serangan dalam kondisi apa pun, mengingat peran mereka sebagai penengah konflik dan penjaga stabilitas.
Uni Eropa kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberadaan UNIFIL, yang selama ini menjadi pilar penting dalam menjaga keamanan di Lebanon, khususnya di wilayah selatan yang rawan konflik. Misi ini dinilai memiliki peran strategis dalam meredam potensi eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, laporan dari UNIFIL mengungkapkan bahwa seorang prajurit Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian gugur pada Minggu, 29 Maret 2026. Ia meninggal dunia setelah sebuah proyektil menghantam pos tempatnya bertugas di Lebanon Selatan. Peristiwa ini menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia.