Ketegangan Memanas, Dua Kapal Perusak AS Disebut Diteror Serangan Iran di Selat Hormuz

Kapal tanker di Selat Hormuz.
Sumber :
  • WANA

VIVA Jakarta – Situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz kembali menjadi sorotan dunia setelah dua kapal perusak milik Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menghadapi serangkaian ancaman saat melintas menuju Teluk.

img_title AS Bersiap Perketat Sanksi Iran, Scott Bessent Sebut Isolasi Ekonomi Belum Pernah Terjadi

Laporan yang disiarkan CBS News menyebut kapal perang USS Truxtun dan USS Mason berhasil melewati jalur strategis tersebut setelah menghadapi serangan dari pihak Iran. Kedua kapal disebut tetap melanjutkan perjalanan tanpa mengalami kerusakan.

Media tersebut mengutip pejabat Pentagon yang menyatakan bahwa selama melintasi Selat Hormuz, armada AS menghadapi ancaman terkoordinasi berupa rudal, drone, hingga pengerahan kapal cepat kecil milik Iran.

img_title Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Panjang dengan AS, IRGC Bicara soal Efek Jera

Dalam operasi pengawalan itu, kapal perang Amerika Serikat juga didukung helikopter Apache serta sejumlah pesawat militer lain guna mengantisipasi kemungkinan serangan lebih besar.

Pejabat Pentagon mengatakan seluruh serangan berhasil digagalkan dan tidak ada satu pun rudal maupun drone Iran yang berhasil mengenai kapal perang AS. Sistem pertahanan dan dukungan udara disebut mampu mencegat setiap ancaman yang datang.

img_title Iran Beri Syarat Selat Hormuz Dibuka Lagi, Minta AS Hentikan Agresi

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global. Ketegangan di kawasan ini kerap memicu kekhawatiran pasar internasional terkait stabilitas pasokan energi dunia.

Presiden Donald Trump turut memberikan tanggapan terkait insiden tersebut. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut Iran saat ini terlihat lebih “lunak” dibanding sebelumnya.

Namun, Trump juga memberikan ancaman keras kepada Teheran. Ia menegaskan Iran akan menghadapi kehancuran besar apabila menyerang kapal-kapal Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Meski begitu, dalam wawancara lain bersama ABC News, Trump menilai serangan yang terjadi tidak terlalu besar dan tidak secara langsung menyebut insiden itu sebagai pelanggaran gencatan senjata antara AS dan Iran.

Sementara itu, Kepala United States Central Command atau CENTCOM, Brad Cooper, mengatakan pasukan Iran telah meluncurkan beberapa rudal jelajah, drone, dan kapal kecil ke arah kapal-kapal yang sedang dikawal militer AS.

Menurut Cooper, pasukan Amerika Serikat berhasil menghancurkan enam kapal kecil Iran yang dianggap mengancam kapal sipil di Selat Hormuz. Selain itu, sejumlah rudal dan drone juga berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Halaman Selanjutnya
img_title