Jepang Pertimbangkan Aturan Baru Media Sosial untuk Anak dan Remaja, Fokus pada Verifikasi Usia

Ilustrasi Tokyo Jepang
Sumber :
  • VIVA

VIVA Jakarta – Pemerintah Jepang berencana memperkuat perlindungan bagi anak-anak dan remaja dalam penggunaan media sosial melalui penerapan aturan yang lebih ketat terhadap platform digital. Salah satu langkah yang tengah dibahas adalah kewajiban verifikasi usia yang lebih akurat bagi pengguna serta pembatasan fitur tertentu yang dinilai berisiko bagi kalangan muda.

img_title Gempa Bumi M 7,0 di NTT Dirasakan Warga Bima, Gemetar Guncangan yang Kencang

Dilansir laman The Mainichi, rencana tersebut muncul dari laporan sementara yang disusun panel ahli bentukan Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang. Panel itu menilai perusahaan media sosial perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga keamanan pengguna di bawah umur di tengah meningkatnya penggunaan platform digital oleh anak-anak dan remaja.

Meski demikian, panel tidak merekomendasikan larangan menyeluruh berdasarkan usia sebagaimana diterapkan di beberapa negara. Menurut mereka, media sosial telah menjadi bagian penting dari sarana komunikasi modern sehingga pelarangan total dinilai kurang tepat diterapkan di Jepang.

img_title Pustakawan Jadi Penjaga Memori Kolektif, Identitas, dan Pengetahuan Bangsa di Era Teknologi Digital

Dalam laporan tersebut, para ahli menekankan pentingnya langkah-langkah yang dapat menekan risiko ketergantungan media sosial pada generasi muda. Penggunaan platform digital secara berlebihan dikhawatirkan dapat memberikan dampak terhadap kesehatan mental dan fisik anak-anak serta remaja.

Kekhawatiran itu semakin meningkat seiring meluasnya penggunaan smartphone di Jepang. Selain persoalan kecanduan digital, pemerintah juga menyoroti berbagai risiko lain yang muncul akibat aktivitas daring, termasuk kemungkinan keterlibatan anak di bawah umur dalam tindak kriminal yang berawal dari interaksi melalui media sosial.

img_title Samsat Keliling Rabu Buka di 14 Lokasi Ini

Selama ini, perlindungan terhadap pengguna muda sebagian besar mengandalkan layanan penyaringan atau filtering yang disediakan operator telekomunikasi untuk memblokir akses ke situs-situs berbahaya. Di sisi lain, pengawasan dari orang tua juga menjadi faktor utama dalam mengontrol aktivitas digital anak-anak di rumah.

Namun, pemerintah Jepang menilai pendekatan tersebut perlu diperkuat dengan melibatkan perusahaan teknologi secara lebih aktif. Karena itu, sejak tahun lalu Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi telah menggelar serangkaian pembahasan mengenai perluasan peran platform media sosial dan penyedia sistem operasi smartphone dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman.

Halaman Selanjutnya
img_title