Iran Beberkan Peta Jalan Perdamaian dengan AS, Nuklir hingga Selat Hormuz Masuk Negosiasi

Ilustrasi Selat Hormuz yang jadi kartu strategi Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat.
Sumber :
  • Istimewa/AI

VIVA Jakarta - Pemerintah Iran mulai mengungkap gambaran rinci mengenai proposal kesepakatan yang disebut bisa mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS). Draf kesepakatan itu membuka jalan bagi pembahasan isu-isu sensitif, mulai dari sanksi ekonomi, program nuklir, hingga pengaturan keamanan kawasan Timur Tengah.

img_title AS Bersiap Perketat Sanksi Iran, Scott Bessent Sebut Isolasi Ekonomi Belum Pernah Terjadi

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan proposal yang dikenal sebagai Nota Kesepahaman Islamabad itu dirancang sebagai fondasi menuju perjanjian damai yang lebih komprehensif antara kedua negara.

Menurut Araghchi, kesepakatan tersebut tidak hanya menyasar hubungan Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga mencakup dampak konflik di berbagai wilayah lain, termasuk Lebanon.

img_title Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Panjang dengan AS, IRGC Bicara soal Efek Jera

“Berakhirnya perang akan diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon,” kata Araghchi dalam wawancara dengan stasiun televisi pemerintah IRIB dikutip pada Sabtu, 13 Juni 2026

Araghchi menjelaskan bahwa rancangan nota kesepahaman tersebut memuat sejumlah prinsip dasar yang harus dipatuhi kedua pihak. Di antaranya komitmen untuk tidak memulai perang, tidak mengancam penggunaan kekuatan, serta tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.

img_title Iran Beri Syarat Selat Hormuz Dibuka Lagi, Minta AS Hentikan Agresi

Selain itu, Iran menilai ada poin penting yang belum pernah terjadi selama puluhan tahun hubungan kedua negara.

“Untuk pertama kalinya dalam 47 tahun, (berdasarkan kesepakatan ini) Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan bahwa mereka menghormati kedaulatan Republik Islam Iran,” jelas Araghchi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Photo :
  • Dok. WANA

Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus mencakup situasi di Lebanon. Teheran menilai Israel perlu menarik pasukannya dari wilayah yang masih diduduki di Lebanon selatan sebagai bagian dari proses mengakhiri konflik secara menyeluruh.

Araghchi menuturkan Iran tetap berkomitmen mendukung Lebanon dan kelompok Hizbullah yang selama ini menjadi sekutunya di kawasan. “Iran tidak pernah melupakan Lebanon,” katanya.

Negosiasi Dibagi Dua Tahap

Dalam penjelasannya, Araghchi menyebut proses diplomatik akan dilakukan melalui dua tahap utama.

Tahap pertama adalah penandatanganan Nota Kesepahaman Islamabad sebagai kerangka dasar penghentian konflik.

Sementara itu, tahap kedua akan berisi negosiasi yang jauh lebih kompleks terkait isu-isu strategis yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Teheran dan Washington.

Beberapa isu yang akan dibahas meliputi pencabutan sanksi ekonomi, tingkat pengayaan uranium Iran, stok uranium yang telah diperkaya, hingga skema pendanaan rekonstruksi bagi Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title