Atasi Rendahnya Kebiasaan Membaca Warga RI, Kepala Perpusnas Jalankan 4 Program Utama dan Ajak Mahasiswa Terlibat

Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz
Sumber :
  • Perpusnas

VIVA Jakarta – Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz mengajak para mahasiswa KKN Tematik Literasi untuk berperan aktif dalam meningkatkan budaya baca masyarakat. 

img_title Penulis Cilik Putri Alya Sidik Rayakan HUT RI ke-81 dengan Literasi dan Membaca Bersama Teman Sekolahnya

Hal ini diungkapkannya pada Pembekalan Mahasiswa KKN Tematik Literasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Tahun 2026 di Bale Sawala Kampus Unpad, Jatinangor pada Jumat, 12 Juni 2026

Aminudin Aziz menyebut, rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia ditandai dengan rendahnya kebiasaan membaca. Berdasarkan data CEOWORLD magazine, rata-rata masyarakat hanya menyelesaikan sekitar 5,91 buku per tahun dan menghabiskan 129 jam membaca dalam setahun.

img_title Pustakawan Jadi Penjaga Memori Kolektif, Identitas, dan Pengetahuan Bangsa di Era Teknologi Digital

"Nah ini persoalannya bukan ada pada orang lain tetapi juga ada pada diri kita sendiri. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan harus menjadikan membaca sebagai bagian penting dalam kehidupan intelektual," ungkapnya dikutip dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Juni 2026.

Ia memaparkan, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) masih tergolong rendah dengan rata-rata kabupaten/kota mencapai 10,37 dan tingkat provinsi 29,36. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) nasional berada di angka sekitar 54,8.

img_title Perkuat Ekosistem Penerbitan Nasional, Perpusnas Perbarui Kebijakan Layanan ISBN

"Angka ini ternyata menjadi persoalan besar yang harus dihadapi, apalagi kaitannya dengan Indonesia Emas 2045," paparnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, lanjutnya, Perpusnas memiliki empat program utama. Pertama, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS). Melalui program ini masyarakat diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di perpustakaan.

"Ibu-ibu diajak berkegiatan di perpustakaan, mengikuti pelatihan dan menghasilkan suatu makanan maupun kerajinan yang kemudian bisa dijual. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," paparnya.

Kedua, Program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) yang merupakan program inisiasi Perpusnas. Relima sebagai bentuk komitmen dalam membangkitkan budaya baca dan meningkatkan literasi. Tujuannya, mengkoordinasikan gerakan literasi agar tidak berjalan sporadis, melainkan dalam satu arah dan semangat bersama.

Ketiga, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi, yang sudah dimulai pada tahun 2025. Pada tahun 2026, dilaksanakan di 23 Universitas yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya Unpad.

Program ini melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung ke desa-desa dan membantu mengembangkan budaya literasi masyarakat. Tahun ini, ditargetkan menjangkau sekitar 1.000 lokus di berbagai daerah dengan melibatkan 10 hingga 15 mahasiswa di tiap desa.

Halaman Selanjutnya
img_title