Dendam Lama Diduga Berujung Tragis, Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Maut di Kemayoran
- Istimewa/AI
VIVA Jakarta - Aksi penusukan yang menewaskan seorang pria di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, berakhir dengan penangkapan pelaku hanya beberapa jam setelah insiden. Polisi kini mendalami dugaan motif dendam yang melatarbelakangi aksi berdarah tersebut.
Korban berinisial AJS (35) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk serius di bagian dada dan perut. Adapun pelaku yang diketahui berinisial TA berhasil diamankan polisi beserta barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.
"Diduga pelaku berinisial TA sudah ditangkap dengan barang bukti berupa pisau," kata Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.
Dari hasil penyelidikan awal, pelaku dan korban diketahui saling mengenal serta tinggal bertetangga. Polisi menduga aksi penyerangan dipicu persoalan pribadi yang telah berlangsung sebelumnya.
Agung menjelaskan motif di balik aksi penganiayaan berat tersebut diduga karena dendam antara pelaku dan korban yang saling mengenal dan bertetangga.
Insiden tragis itu terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 01.05 WIB di Jalan Utan Panjang 3, RT 17/RW 06, Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menurut keterangan sejumlah saksi, korban saat itu sedang berjalan kaki sambil menggendong anaknya. Namun tanpa diduga, pelaku yang telah berada di lokasi diduga sudah menunggu sambil membawa senjata tajam jenis pisau dapur.
Melihat situasi yang mengancam, korban segera menurunkan anak yang digendongnya. Tak lama kemudian, pelaku langsung menyerang dan menusukkan pisau ke tubuh korban.
Korban mengalami dua luka tusukan yang mengenai bagian perut dan dada sebelah kiri. Setelah melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
"Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP)," lanjut Agung.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun luka yang dialami korban tergolong fatal sehingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.
"Korban meninggal dunia pada saat perjalanan ke rumah sakit akibat dua luka tusukan," ujar Agung.
Meski pelaku telah diamankan, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum penusukan berlangsung. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.