Polda Jambi Bongkar Fakta Harga Sembako, Tak Ada Lonjakan Meski Pasar Terus Dipantau
- VIVA Jakarta/Syarifuddin Nasution (Jambi)
VIVA Jakarta - Di tengah menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), kondisi harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional utama di Jambi terpantau tetap stabil. Bahkan, hasil pemantauan terbaru menunjukkan adanya penurunan harga pada beberapa komoditas kebutuhan masyarakat.
Kepastian tersebut disampaikan Subdirektorat Industri, Perdagangan, dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jambi setelah melakukan monitoring rutin di pasar-pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
Pemantauan harian dilakukan di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar. Dari pantauan, menunjukkan kondisi harga bahan pokok masih berada dalam batas wajar dan belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan.
AKP Fernando Gultom dari Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi mengatakan, hasil pengawasan di lapangan memperlihatkan situasi pasar yang relatif aman dan terkendali.
"Hasil monitoring di lapangan menemukan hasil yang signifikan dan kestabilan harga bahan pokok relatif aman," kata AKP Gultom, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurut Gultom, hingga saat ini tidak terdapat komoditas yang mengalami kenaikan harga mencolok. Sebaliknya, beberapa jenis kebutuhan pokok justru mengalami penurunan harga.
"Tidak ada yang naik, justru sebagian ada yang turun dan hal tersebut menjadi tolak ukur kita untuk mencegah tindakan permainan pelaku usaha agar selalu mengikuti ketentuan dalam pengawasan dan penindakan," jelas.
Ia menegaskan, kehadiran petugas di pasar tidak semata-mata menunggu adanya laporan atau pengaduan masyarakat. Pengawasan dilakukan secara aktif sebagai langkah pencegahan agar distribusi barang tetap berjalan normal dan harga tetap terkendali.
"Kehadiran petugas di pasar bukan hanya bersifat reaktif menunggu pengaduan, melainkan preventif untuk memastikan rantai distribusi berjalan wajar," katanya.
Selain melakukan pemantauan harga, pihak kepolisian juga mengingatkan para pedagang eceran agar mematuhi harga pasar yang berlaku dan tidak melakukan praktik yang berpotensi merugikan konsumen.
Gultom menegaskan bahwa kegiatan pengawasan dilakukan setiap hari guna mendeteksi lebih awal potensi gangguan distribusi maupun permainan harga di tingkat pasar.
"Kegiatan ini kita lakukan setiap hari di lapangan, sebelum adanya pengaduan masyarakat," ujarnya.