Perdamaian Belum Final, Trump Ultimatum Iran: Kami akan Kembali Menembaki Mereka

Presiden AS Donald Trump.
Sumber :
  • IG Donald Trump

VIVA Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan awal yang dicapai antara Washington dan Teheran belum menjadi perjanjian final. Trump memperingatkan bahwa AS masih membuka kemungkinan melanjutkan serangan militer apabila Iran dinilai tidak mematuhi ketentuan yang telah disepakati.

img_title AS Bersiap Perketat Sanksi Iran, Scott Bessent Sebut Isolasi Ekonomi Belum Pernah Terjadi

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis. Dalam pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di sela-sela agenda forum internasional itu, Trump menekankan bahwa memorandum yang menjadi dasar penghentian sementara konflik masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu.

“Jika saya tidak menyukainya, kami akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di atas kepala mereka,” kata Trump dikutip pada Kamis, 18 Juni 2026.

img_title Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Panjang dengan AS, IRGC Bicara soal Efek Jera

Trump kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran terkait kepatuhan terhadap isi kesepakatan yang tengah dinegosiasikan kedua negara.

“Jika mereka tidak berperilaku baik, kami akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka,” lanjutnya.

img_title Iran Beri Syarat Selat Hormuz Dibuka Lagi, Minta AS Hentikan Agresi

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat bulan.

Kedua negara sebelumnya menyepakati sebuah memorandum yang berisi perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Masa tambahan tersebut dimaksudkan untuk memberi ruang bagi proses negosiasi menuju kesepakatan damai permanen.

Selain penghentian pertempuran, dokumen awal itu juga memuat rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur strategis perdagangan energi dunia. Kesepakatan tersebut turut mencakup pencabutan blokade laut yang diberlakukan Amerika Serikat sejak April terhadap aktivitas pelayaran yang keluar masuk pelabuhan-pelabuhan Iran.

Meski demikian, rincian lengkap dari kesepakatan sementara tersebut hingga kini belum dipublikasikan secara resmi oleh kedua negara. Washington dan Teheran dijadwalkan memformalkan memorandum itu dalam sebuah upacara yang akan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang.

Sikap Trump yang tetap mempertahankan ancaman militer menunjukkan bahwa proses menuju perdamaian permanen masih menghadapi tantangan besar. Di satu sisi, kedua negara telah menyepakati penghentian konflik sementara. 

Tapi, di sisi lain, ketidakpercayaan dan tekanan politik masih membayangi proses negosiasi yang sedang berjalan.

Halaman Selanjutnya
img_title