Gibran Ajak Mahasiswa ke Ende, Gorontalo, dan Papua, Akademisi Beri Apresiasi
- Antara
VIVA Jakarta – Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang melibatkan mahasiswa dalam kunjungan kerja ke sejumlah daerah menuai apresiasi dari kalangan akademisi. Pelibatan generasi muda dalam agenda pemerintahan dinilai menjadi langkah positif untuk memperkuat ruang dialog sekaligus mendorong partisipasi publik dalam proses pembangunan.
Sejumlah akademisi menilai keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua dapat menghadirkan perspektif yang lebih objektif terhadap berbagai program pembangunan pemerintah.
Pengamat politik dari Universitas Tanjungpura (Untan) Kalimantan Barat, Dr. Erdi, M.Si., menilai mahasiswa merupakan kelompok yang relatif netral dalam memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah. Karena itu, melibatkan mahasiswa dalam kunjungan kerja dinilai sebagai langkah yang tepat.
“Apa yang dilakukan Pak Wapres ini sangat tepat. Karena pihak yang sangat netral dalam berpendapat, berbicara, dan menilai kinerja adalah mahasiswa. Mereka inilah kelompok-kelompok terpelajar yang memang sudah seharusnya terlibat atau dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” kata Erdi saat dihubungi, Jumat (19/6/2026).
Menurut Erdi, selama ini mahasiswa kerap mencari ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Karena itu, keterbukaan Wapres menerima mahasiswa dan mengajak mereka berdialog dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan partisipasi publik.
Ia juga menilai langkah tersebut sekaligus mematahkan narasi yang selama ini berkembang bahwa Wapres Gibran enggan membuka ruang diskusi dengan kalangan mahasiswa.
“Ketika Mas Wapres mau menerima mahasiswa, ini merupakan sebuah langkah berani dan mungkin belum pernah terjadi di negara ini. Mahasiswa berada di tengah hiruk-pikuk demonstrasi, kemudian Mas Wapres mampu menerima orang-orang yang memiliki semangat tersebut untuk berbicara, diajak berdialog, dan diserap aspirasinya. Saya pikir ini preseden yang bagus dan bisa menjadi sesuatu yang baik ke depan,” ujar Erdi yang juga merupakan Wakil Dekan III FISIP Untan yang membidangi Kemahasiswaan dan Alumni.
Ia menambahkan, pelibatan mahasiswa memungkinkan aspirasi generasi muda tersampaikan langsung kepada pengambil kebijakan. Dengan demikian, berbagai kritik maupun masukan tidak berhenti pada aksi demonstrasi, melainkan dapat menjadi bahan evaluasi yang konkret bagi pemerintah.