Israel Tegaskan Tak Terlibat dalam Pembicaraan AS-Iran, Operasi terhadap Hizbullah di Lebanon Terus Berjalan

Serangan brutal militer zionis Israel ke Lebanon.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Jakarta – Pemerintah Israel menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam proses negosiasi yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran. Di tengah upaya diplomatik tersebut, Israel juga memastikan akan tetap melanjutkan operasi militernya di Lebanon selatan hingga kelompok Hizbullah tidak lagi memiliki kekuatan militer maupun pengaruh politik yang dianggap mengancam keamanan negara itu.

img_title Iran Peringatkan Balasan Keras Usai Serangan AS, Situasi di Timur Tengah Kian Memanas

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, yang menegaskan bahwa negaranya bukan bagian dari perundingan antara Washington dan Teheran. Menurutnya, keputusan untuk tidak terlibat dalam dialog tersebut merupakan pilihan yang diambil pemerintah Israel berdasarkan pertimbangan strategis dan kepentingan nasional.

Smotrich mengatakan bahwa pembahasan yang dilakukan Amerika Serikat dan Iran tidak berkaitan langsung dengan kebijakan Israel. Oleh karena itu, pemerintah Israel tetap akan menentukan langkah-langkah keamanan dan pertahanannya secara independen tanpa bergantung pada hasil perundingan kedua negara tersebut.

img_title China Desak AS Cabut Embargo terhadap Kuba, Tegaskan Penolakan atas Sanksi Sepihak

Di sisi lain, Israel menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon masih akan terus berlangsung. Pemerintah Israel menilai ancaman dari Hizbullah belum sepenuhnya berakhir sehingga kehadiran pasukan di sejumlah wilayah strategis tetap diperlukan untuk menjaga keamanan perbatasan.

Menurut Smotrich, Israel tidak berencana menarik pasukannya dari zona keamanan yang saat ini berada di bawah pengawasan militer, termasuk kawasan Kastel Beaufort yang memiliki nilai strategis di wilayah Lebanon selatan. Keputusan tersebut diambil karena pemerintah Israel menilai situasi keamanan di kawasan tersebut masih belum stabil.

img_title AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak Usai Ketegangan di Selat Hormuz

Lebih jauh, ia menyatakan bahwa tujuan Israel bukan hanya melucuti senjata Hizbullah. Pemerintah Israel menginginkan kelompok tersebut kehilangan seluruh kemampuan militernya dan tidak lagi menjadi bagian dari struktur pemerintahan Lebanon.

Dalam pandangan Israel, keberadaan Hizbullah sebagai kekuatan politik sekaligus militer dinilai berpotensi menciptakan ancaman jangka panjang bagi keamanan kawasan. Karena itu, Israel menargetkan pembubaran total organisasi tersebut agar tidak lagi memiliki pengaruh maupun kemampuan untuk melakukan aktivitas militer.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya diskusi di kalangan politik dan keamanan Israel mengenai perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah pejabat Israel dikabarkan terus memantau arah pembicaraan kedua negara karena hasilnya berpotensi memengaruhi keseimbangan geopolitik di Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya
img_title